Tautan-tautan Akses

Perenang AS Bisa Dituduh Lakukan Pengrusakan


Dua perenang Olimpiade AS, Gunnar Bentz (kiri) dan Jack Conger meninggalkan kantor polisi di bandara Rio de Janeiro, Rabu (18/8). (AP/Mauro Pimentel)

Dua perenang Olimpiade AS, Gunnar Bentz (kiri) dan Jack Conger meninggalkan kantor polisi di bandara Rio de Janeiro, Rabu (18/8). (AP/Mauro Pimentel)

Kepala polisi Rio mengatakan para perenang itu sebenarnya mendatangi sebuah pompa bensin dan merusak kamar kecil.

Polisi Brazil mengatakan kemungkinan akan mengenakan tuduhan melakukan pengrusakan dan pengaduan palsu terhadap empat perenang Olimpiade asal Amerika, setelah mereka mengaku memberi pengaduan palsu bahwa mereka dirampok di bawah todongan senjata.

Perenang Ryan Lochte, Jack Conger, Gunnar Bentz dan James Feigen awalnya mengatakan kepada polisi mereka dirampok di bawah todongan senjata Minggu pagi (14/8), sekembalinya dari pesta di luar kampung atlet Olimpiade di Rio de Janeiro.

Tapi Conger dan Bentz kemudian mengaku mengarang cerita itu setelah mereka ditahan di bandara Rabu malam ketika hendak kembali ke Amerika. Feigen juga masih di Brazil, sementara Lochte kembali ke Amerika hari Senin sebelum berita itu terungkap.

Fernando Veloso, kepala polisi Rio mengatakan kepada wartawan hari Kamis bahwa kamera keamanan menunjukkan para perenang itu sebenarnya mendatangi sebuah pompa bensin Minggu pagi. Para saksi mata mengatakan mereka merusak kamar kecil, dikonfrontasi oleh satpam yang bersenjata dan mereka kemudian meninggalkan tempat itu sebelum polisi datang.

TV Globo Brazil hari Kamis menayangkan video keamanan para perenang itu yang menunjukkan mereka sampai di pompa bensin itu dengan taksi, masuk ke kios pompa, keluar dan kemudian duduk di pinggir jalan mengangkat tangan ketika diperintahkan oleh salah seorang karyawan pompa bensin itu.

Veloso mengatakan para perenang itu memberi uang US$20 dan 100 real Brazil untuk membayar kerusakan kamar kecil itu, termasuk cermin yang pecah dan pintu yang rusak.

Kepala polisi itu juga mengatakan Lochte “mengamuk secara fisik” selama insiden itu dan “mungkin mabuk”. Tapi ia mengatakan Lochte tidak bisa sepenuhnya dimintai bertanggung jawab atas insiden itu. “Itu anggapan bersalah yang terlalu dini”.

Meskipun polisi jelas marah, para penyelenggara pertandingan Rio membela para perenang itu dan bersikukuh agar para atlet itu tidak ditindak. [my/al]

XS
SM
MD
LG