Tautan-tautan Akses

Perempuan Yazidi Terima Penghargaan HAM Sakharov


Nadia Murad Basee (kiri) dan Lamiya Aji Bashar (kanan) memperoleh penghargaan Shakarov dari Parlemen Eropa untuk kebebasan berpikir dan mengemukakan pendapat, 27 Oktober 2016 (AP Photo/Yorgos Karahalis, Balint Szlanko, File).

Nadia Murad Basee (kiri) dan Lamiya Aji Bashar (kanan) memperoleh penghargaan Shakarov dari Parlemen Eropa untuk kebebasan berpikir dan mengemukakan pendapat, 27 Oktober 2016 (AP Photo/Yorgos Karahalis, Balint Szlanko, File).

Dua perempuan Yazidi asal Irak yang diculik militan ISIS pada tahun 2014, Nadia Murad Basee dan Lamiya Aji Bashar, dianugerahi Penghargaan Sakharov dari Parlemen Eropa untuk kebebasan berpikir dan mengemukakan pendapat.

Nadia Murad Basee dan Lamiya Aji Bashar, dua dari ribuan perempuan Yazidi yang diculik dan dijadikan budak seks oleh kelompok Islamis radikal itu. Mereka diculik dari desa mereka di dekat Sinjar, Irak barat laut, pada musim panas 2014.

Kedua perempuan itu kini dianggap sebagai pemimpin dalam gerakan untuk melindungi warga Yazidi lainnya yang tinggal di kawasan-kawasan yang diserbu ISIS. Mereka juga meminta agar pembantaian terhadap warga Yazidi diakui sebagai genosida.

Penghargaan itu memakai nama Andrei Sakharov, ilmuwan pembangkang Soviet yang meninggal tahun 1989. Penghargaan Sakharov diberikan setiap tahun kepada para pembela HAM. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG