Tautan-tautan Akses

Jumlah Perempuan Indonesia Penderita HIV/AIDS Meningkat

  • Fathiyah Wardah

Laporan dari United National AIDS mengatakan diperkirakan 50 juta perempuan Asia beresiko terinfeksi HIV/AIDS dari pasangan intim mereka. Kondisi di Indonesia ini sama halnya dengan negara-negara di Asia lainnya.

Laporan dari United National AIDS mengatakan diperkirakan 50 juta perempuan Asia beresiko terinfeksi HIV/AIDS dari pasangan intim mereka. Kondisi di Indonesia ini sama halnya dengan negara-negara di Asia lainnya.

Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia menyatakan saat ini terdapat hampir 300.000 orang yang menderita HIV/AIDS di Indonesia. 75.000 di antaranya perempuan yang tertular dari pasangan mereka.

Sekertaris Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia, Nafisiah Mboi hari Rabu di Jakarta mengatakan hampir 300.000 orang di Indonesia menderita HIV/AIDS saat ini, 75.000 diantaranya perempuan yang tertular dari pasangan mereka. Jumlah perempuan yang terinfeksi HIV AIDS di Indonesia terus meningkat dengan cepat. Pada tahun 2008, terdapat sekitar 4750 yang terinfeksi HIV/AIDS.

Hal ini kebanyakan dipicu oleh adanya hubungan seksual yang dilakukan pasangan mereka dengan pekerja seks komersial tanpa menggunakan alat pelindung.

Untuk itu menurut Nafisiah, pihaknya mulai melakukan promosi terkait penggunaan kondom untuk perempuan. Hal ini dilakukan agar para wanita tidak menjadi korban akibat perilaku seksual yang dilakukan pasangan mereka. Nafisiah mengatakan, “Kita mulai promote, kita mulai melakukan pelatihan-pelatihan, kita import kondom perempuan sehingga perempuan bisa melindungi dirinya. Yang monogam meningkat lebih cepat dari pekerja seks.

Kondisi di Indonesia ini sama halnya dengan negara-negara di Asia lainnya. Laporan dari United National AIDS mengatakan diperkirakan 50 juta perempuan Asia beresiko terinfeksi HIV/AIDS dari pasangan intim mereka. Sejumlah bukti dari negara-negara Asia menunjukan bahwa perempuan-perempuan ini berstatus menikah atau memiliki hubungan dengan laki-laki yang memiliki perilaku seksual beresiko tinggi.

Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Agum Gumelar, terus meningkatnya jumlah perempuan di Indonesia yang terinfeksi HIV/AIDS oleh pasangan mereka disebabkan adanya budaya patriarkis yang kuat di Indonesia dimana kemampuan perempuan untuk menegosiasikan perilaku seksual dalam hubungan pasangan intim sangat lemah. Menurut Linda Gumelar, “Program pemerintah sekarang [adalah] bagaimana peningkatan kesetaraan gender lebih dikuatkan lagi sehingga betul-betul perempuan dan laki-laki menjadi mitra, mendapatkan kesempatan yang sama, mendapatkan hak partisipasi yang sama termasuk hak-hak reproduksi memang harus diketahui oleh perempuan dan juga diketahui oleh laki-laki."

Pemerhati masalah HIV/AIDS dari Universitas Atmajaya, Profesor Irwanto mengatakan selain melakukan upaya pengarusutamaan gender, pemerintah juga harus melakukan pencegahan HIV/AIDS melalui sektor pendidikan. Profesor Irwanto mengatakan, “Informasinya walaupun ada di-textbook tetapi sangat biologis sifatnya. Dan bahkan pencegahan seks yang aman dan kondom tidak ada yang mau bahas dan tidak berani, Itu karena undang-undang tentang pembangunan keluarga sejahtera yang menyatakan bahwa informasi mengenai seks dan kontrasepsi hanya dapat diberikan kepada orang yang sudah menikah.”

XS
SM
MD
LG