Tautan-tautan Akses

Perempuan Penghibur Korsel Berdemo Menentang Jepang dan Ganti Rugi


Patung "wanita penghibur" di depan Kedutaan Besar Jepang di Seoul, Korea Selatan.

Patung "wanita penghibur" di depan Kedutaan Besar Jepang di Seoul, Korea Selatan.

Sebagian “wanita penghibur” Korea yang selamat dan ratusan pendukungnya hari Rabu (30/12) turun ke jalan-jalan untuk memprotes penyelesaian perbudakan seks pada masa PD II yang dicapai antara Jepang dan Korea Selatan minggu ini.

Selama 23 tahun terakhir para pendukung “wanita penghibur” setiap minggu mengadakan demonstrasi didepan Kedutaan Jepang di Seoul untuk mengecam Jepang karena memaksa ribuan perempuan Korea ke dalam pelacuran selama PD II.

Minggu ini, mantan wanita penghibur usia 87 tahun Lee Yong-soo mengecam Korea Selatan karena setuju untuk menyelesaikan keluhan lama mereka terhadap Jepang.

"Bohong, bohong dan bohong, mengapa pemerintah kita berusaha membunuh kita dua sampai tiga kali dengan Jepang," katanya.

Dalam kesepakatan bilateral yang dicapai awal minggu ini, Perdana Menteri Shinzo Abe menyampaikan permohonan maaf dan Jepang setuju untuk menyumbang sekitar 8,3 juta dolar kepada para korban tapi sebagai sumbangan, bukan sebagai ganti rugi resmi. Para pengecam di Seoul menolak penyelesaian itu karena katanya tidak memaksa pemerintah Jepang untuk bertanggung jawab penuh atas pelanggaran-pelanggarannya pada masa perang.

"Dalam permohonan maaf pemerintah Jepang itu, katanya Jepang bertanggung jawab atas masalah ini, tapi ungkapannya disamarkan," katanya Kang Min-soo, salah seorang pendukung "wanita penghibur".

Jang Hong-min, salah satu pendukung lainnya mengatakan, "Pemerintah Jepang berusaha mengakhiri semuanya dengan perundingan-perundingan ini, dan tidak berusaha secara tulus untuk menyesali dan mengingat kesalahan-kesalahannya."

Seorang pendukung lainnya mengatakan, "Bagaimana kita bisa punya penyelesaian tanpa diterima oleh para korban. Memalukan dan tidak bisa diungkapkan tindakan pemerintah kita dan tidak ada warga kita yang mendukungnya."

Dalam kesepakatan itu juga, Jepang meminta Korea Selatan untuk memindahkan patung perunggu “wanita penghibur” yang terletak di seberang kedutaannya. Meski demikian pejabat Korea Selatan hanya mengatakan mereka akan berusaha memfasilitasi permintaan ini. Demonstran bersumpah untuk menolak upaya apapun untuk memindahkan patung itu dan berencana terus mengadakan demonstrasi-demonstrasi di sana untuk mengecam Jepang. [my/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG