Tautan-tautan Akses

Perempuan, Minoritas Didesak Berkarir di Bidang Antariksa


Sally K. Ride, perempuan Amerika pertama yang mengorbit Bumi. (Foto: Dok)

Sally K. Ride, perempuan Amerika pertama yang mengorbit Bumi. (Foto: Dok)

Kurang dari 20 persen insinyur di Amerika adalah perempuan. Jumlah yang terjun dalam bidang antariksa, sangat sedikit.

Astronot dan insinyur perempuan dari badan antariksa Amerika, NASA, berpesan kepada perempuan dan kaum minoritas yang ingin maju untuk mencari peluang dalam penelitian antariksa.

Perempuan dan kelompok minoritas kurang terwakili dalam teknologi antariksa, sehingga pegawai NASA itu mendesak murid di Los Angeles menetapkan cita-cita tinggi dalam karier.

Sensasi tanpa bobot dalam Stasiun Antariksa Internasional dan tantangan menarik lain menanti siswa yang berpendidikan sesuai, ujar Yvonne Cagle, dokter dan astronot.

Di Balai Kota Los Angeles, ia mengungkapkan latihan yang pernah dijalaninya. Ia menginspirasi siswa-siswa agar bercita-cita tinggi.

Tammy Busari, siswa SMU, mengatakan Cagle mengilhaminya karena sama-sama kulit hitam dan ia seorang astronot.

Kurang dari 20 persen insinyur di Amerika adalah perempuan. Jumlah yang terjun dalam bidang antariksa, sangat sedikit. Jumlah orang kulit hitam dan Hispanik yang insinyur kurang dari 10 persen.

Tetapi jumlah itu terus bertambah. Cagle, dari tim penjangkauan NASA, mengatakan pesawat pengangkut astronot ke antariksa adalah simbol pesan: "Pentingnya bercita-cita." Ia menjelaskan, "karena hanya itulah kendaraan kalian ke antariksa. [ka/al]

XS
SM
MD
LG