Tautan-tautan Akses

Perempuan dan Anak-Anak Penyokong Militan Boko Haram Dapat Amnesti


Perempuan dan dua anak menunggu kendaraan di pinggir jalan kota Maiduguri, negara bagian Borno, Nigeria, setelah militer mengumumkan jam malam (19/5). (Reuters/Afolabi Sotunde)

Perempuan dan dua anak menunggu kendaraan di pinggir jalan kota Maiduguri, negara bagian Borno, Nigeria, setelah militer mengumumkan jam malam (19/5). (Reuters/Afolabi Sotunde)

Sebanyak 58 orang anak dan perempuan tersangka pembantu kelompok militant Boko Haram di Nigeria mendapat amnesti.

Pemerintah Nigeria memberikan amnesti kepada 58 perempuan dan anak-anak yang dituduh membantu militan Muslim di Nigeria timur laut. Gugus Kerja Gabungan Militer Nigeria (JTF), yang bertindak atas perintah pemerintah federal, membebaskan 20 tersangka di negara bagian Borno dan 38 lainnya di negara bagian Yobe, Jumat (31/5).

Para tersangka, yang diduga bekerja sebagai informan dan pembawa senjata, di antara tugas-tugas mereka, diserahkan kepada pejabat negara bagian untuk rehabilitasi. Amnesti diberikan sementara pasukan Nigeria terus melancarkan serangan di wilayah itu terhadap kelompok militan yang dikenal sebagai Boko Haram. Militer mengatakan mereka menangkap lagi 56 gerilyawan bersama bom, parang dan senjata lain pada Jumat.

JTF menyatakan telah membuat kemajuan melawan militan dan menghancurkan beberapa kamp mereka. Tetapi pernyataan itu tetap sulit diverifikasi mengingat adanya larangan keluar rumah, penutupan jalan dan pemutusan saluran telepon di zona konflik.

Boko Haram, yang berusaha menerapkan hukum Islam, disalahkan atas puluhan ledakan bom mematikan, penembakan dan serangan dalam empat tahun terakhir. Menurut Human Rights Watch, lebih dari 3.000 orang tewas akibat kekerasan itu, termasuk ratusan yang dibunuh pasukan keamanan. Pejabat-pejabat yang membebaskan para tersangka hari Jumat mengatakan perempuan-perempuan itu akan mendapat latihan kerja guna memudahkan mereka kembali ke masyarakat.
XS
SM
MD
LG