Tautan-tautan Akses

AS

Perekonomian AS Ciptakan 280.000 Lapangan Kerja


Seorang pelamar pekerjaan bercakap-cakap dengan seorang perekrut di sebuah bursa tenaga kerja di Marietta, negara bagian Georgia.

Seorang pelamar pekerjaan bercakap-cakap dengan seorang perekrut di sebuah bursa tenaga kerja di Marietta, negara bagian Georgia.

Perekonomian Amerika Serikat menciptakan 280.000 lapangan kerja di bulan Mei, sementara tingkat pengangguran naik sedikit menjadi 5,5 persen di tengah semakin banyaknya orang yang mulai memburu pekerjaan baru.

Washington tidak menghitung seseorang sebagai penganggur kecuali bila mereka secara aktif mencari pekerjaan.

Laporan hari Jumat dari Departemen Tenaga Kerja mengatakan penciptaan pekerjaan baru terjadi di sektor bisnis layanan, hotel dan restoran, dan layanan kesehatan. Penciptaan lapangan kerja menurun pada industri energi, di tengah menurunnya harga minyak dan menyurutkan tingkat investasi pada sektor ini.

Data menunjukkan 8,7 juta warga Amerika masih mengganggur, sementara 6,7 juta orang lagi menginginkan pekerjaan penuh waktu dan hanya memperoleh pekerjaan paruh waktu.

Penasehat ekonomi Gedung Putih Jason Furman mengatakan perusahaan non-pemerintah telah menambahkan 12,6 juta lapangan kerja selama 62 bulan terakhir.

Rata-rata penghasilan meningkat 2,3 persen dalam setahun belakangan, sedikit lebih tinggi dari laju inflasi saat ini.

Penciptaan lapangan kerja di bulan Mei ini tampak bertolak belakang dengan laporan ekonomi sebelumnya yang menunjukkan pertumbuhan perekonomian Amerika menciut selama tiga bulan pertama tahun ini.

Ekonom Senior PNC Bank Gus Faucher mengatakan data pekerjaan yang baru ini menunjukkan lesunya perekonomian pada kuartal pertama ini hanyalah sementara.

Kondisi pasar tenaga kerja menjadi salah satu pertimbangan utama bagi para pejabat Bank Sentral dalam memutuskan kapan akan menaikkan tingkat suku bunga pokok dan berapa jumlah kenaikannya.

Faucher mengatakan para pejabat bank sentral AS, Federal Reserve, dapat cukup percaya diri untuk menaikkan suku bunga pada bulan September, walaupun peningkatannya mungkin berlangsung perlahan. Ia juga mengatakan pasar tenaga kerja yang semakin marak membantu meningkatkan pendapatan, sementara menurunnya harga BBM berarti lebih banyak uang tersisa di dompet konsumen. Gabungan kedua faktor tersebut dapat meningkatkan belanja konsumen, yang mencakup sebagian besar aktivitas perekonomian di AS.‚Äč

XS
SM
MD
LG