Tautan-tautan Akses

Perdana Menteri Timor Leste yang Baru Dilantik

  • Associated Press

Perdana Menteri Timor Leste yang baru, Rui Mario de Araujo berbicara dengan media East Timorese health minister Rui Araujo talks to the media after his meeting with President Taur Matan Ruak in Dili, East Timor, Wednesday, Feb. 11, 2015. Araujo was appointed as the country's new prime minister to replace independence hero Xanana

Perdana Menteri Timor Leste yang baru, Rui Mario de Araujo berbicara dengan media East Timorese health minister Rui Araujo talks to the media after his meeting with President Taur Matan Ruak in Dili, East Timor, Wednesday, Feb. 11, 2015. Araujo was appointed as the country's new prime minister to replace independence hero Xanana

Araujo menggambarkan pemerintahannya sebagai persatuan harapan, pengalaman, bakat dan kualifikasi di atas kompetisi politik yang umum terjadi dalam negara-negara demokratis.

Anggota partai oposisi Rui Maria de Araujo dilantik, Senin (16/2), sebagai perdana menteri Timor Leste, memimpin Kabinet beranggotakan 38 orang.

Mantan menteri kesehatan berusia 50 tahun itu mengambil sumpah jabatan bersama 37 menteri Kabinet di sebuah upacara yang dipimpin oleh Presiden Taur Matan Ruak di istana Lahane di pinggir ibukota Dili.

Araujo menggantikan mantan pemimpin gerilya Xanana Gusmao, yang mengundurkan diri bulan ini untuk memungkinkan generasi baru mengambil alih. Xanana masih ada di pemerintahan, menjadi menteri perencanaan dan investasi strategis.

"Hari ini menandai sejarah demokrasi baru di negara ini. Masa lalu telah menyelamatkan masa depan kita, karena pendahulu kita, bapak bangsa ini memberikan kita, generasi baru, tanggung jawab yang besar," ujar Araujo dalam pidato pelantikannya.

Araujo bergabung dengan partai oposisi Front Revolusioner untuk Kemerdekaan Timor Leste, atau Fretilin pada 2010. Ia dinominasikan untuk menjadi perdana menteri oleh partai Xanana, Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor Leste, yang memegang 30 kursi dalam majelis beranggotakan 65 orang.

Pemerintah konstitusional keenam di negara itu sekarang memiliki 37 menteri di bawah Araujo, pengurangan signifikan dari 55 dalam pemerintahan sebelumnya.

Araujo menggambarkan pemerintahannya sebagai persatuan harapan, pengalaman, bakat dan kualifikasi di atas kompetisi politik yang umum terjadi dalam negara-negara demokratis.

Ia lulus menjadi dokter medis pada 1994 dari Universitas Udayana di Bali, tempat ia berkesempatan mendukung perjuangan perlawanan dan bekerja sebagai penghubung khusus Bali untuk Xanana, yang saat itu merupakan panglima.

Saat bekerja di rumah sakit umum di Dili, ia diam-diam memberi bantuan medis untuk pejuang gerilya di hutan sebelum melanjutkan studi di Selandia Baru tempat ia mengambil geral S2 dalam kesehatan masyarakat pada 2001.

Ia ditunjuk oleh Fretilin sebagai menteri kesehatan dalam pemerintahan pertama dan wakil perdana menteri urusan sosial pada 2006. Ia menjadi penasihat senior untuk kementerian kesehatan dan keuangan sejak 2007.

XS
SM
MD
LG