Tautan-tautan Akses

AS

Perdana Menteri Australia akan Bertemu Presiden Tump


Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull (kanan).

Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull akan bertemu dengan Presiden Donald Trump secara resmi untuk pertama kalinya di New York pada hari Kamis. Suasana pertemuan tersebut akan sangat diperhatikan, menyusul terjadinya perbantahan diantara kedua pemimpin itu awal tahun ini.

Ini pertama kalinya pemimpin Australia dan Amerika bertemu, sejak terjadi sebuah percakapan telepon yang memanas pada bulan Januari, yang menjadi berita utama di seluruh dunia. Percakapan yang berkembang menjadi perbantahan itu berkaitan dengan kesepakatan pengungsi yang kontroversial, yang disepakati Australia dengan pemerintahan Obama bulan November lalu. Kesepakatan dengan Obama itu mencakup pemukiman kembali di Amerika lebih dari 1.000 migran dari kamp-kamp di pulau Nauru, Australia dan di Papua Nugini.

Pertemuan antara Presiden Trump dan Perdana Menteri Turnbull hari Kamis akan berlangsung di kapal USS Intrepid, sebuah kapal induk Perang Dunia II yang sekarang menjadi museum di Sungai Hudson, New York. Pembahasan itu menjadi bagian dari peringatan hari jadi ke-75 Pertempuran Laut Koral, di mana Angkatan laut AS dan Australia berhadap-hadapan dengan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang.

Masalah keamanan, termasuk ketegangan di semenanjung Korea, dan perdagangan diperkirakan akan mendominasi pembicaraan.

Profesor James Curran adalah peneliti di Pusat Studi Amerika di University of Sydney.

Dia mengatakan, Turnbull tidak disambut dengan penerimaan diplomatik lazimnya.

"Ini bukan Gedung Putih, juga bukan Mar-a-Lago di Florida. Saya berpendapat, ini adalah langkah mundur dari segi protokoler. Meskipun pertemuan tersebut sudah dibahas pada bulan Februari, perlu waktu lama untuk mengaturnya. Tetapi bisa juga pertemuan ini akan berkembang positif, dan tidak diragukan pertemuan itu merupakan kesempatan untuk membahas persaudaraan dan pengorbanan bersama yang dialami kedua negara. Dan memang tepat dan pantas kalau dua sekutu yang punya hubungan baik sejak lama harus melakukan hal itu," jelasnya.

Perdana Menteri Turnbull mengatakan dalam sebuah pernyataan, kunjungannya ke New York merupakan kesempatan untuk "menegaskan kembali persekutuan kami dan keterlibatan Amerika dengan Asia Pasifik."

Sebuah perjanjian keamanan antara Canberra dan Washington sudah diberlakukan sejak awal 1950-an.

Pada bulan April, Turnbull melakukan kunjungan mendadak ke pasukan Australia di Irak dan Afghanistan, dan bertemu dengan Menteri Pertahanan AS, James Mattis di ibukota Afghanistan, Kabul.

Acara di atas kapal USS Intrepid di New York diselenggarakan oleh American-Australian Association, yang dipimpin oleh mantan Duta Besar AS untuk Australia, John Berry. [ps/jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG