Tautan-tautan Akses

Analis: Perbaikan Hubungan Turki-Rusia Untungkan Moskow


Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) menyambut tamunya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelum pertemuan di St. Petersburg, Rusia, Selasa (10/8).

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) menyambut tamunya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebelum pertemuan di St. Petersburg, Rusia, Selasa (10/8).

Kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Rusia kurang dari sebulan setelah usaha kudeta yang gagal terhadap pemerintahnya menarik perhatian dunia.

Ankara dan Moskow telah berselisih sejak Turki menembak jatuh sebuah pesawat tempur Rusia di wilayah udara Suriah pada bulan November. Kedua negara mendukung pihak- pihak yang saling bermusuhan dalam perang saudara Suriah, tetapi keduanya menyatakan memerangi militan.

Presiden Erdogan marah kepada pemerintah Amerika yang dikatakannya melindungi seorang ulama Muslim yang menurutnya mendalangi kudeta yang gagal.

Pertemuan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin hari Selasa (10/8) di St. Petersburg, Rusia, adalah untuk membahas perdagangan dan energi.

"Kami membeli 28 miliar meter kubik gas alam dari Rusia. Delapan belas miliar meter kubik dibeli dari pemerintah dan 10 miliar meter kubik lagi dari sektor swasta," kata Erdogan.

Erdogan mengatakan, menjalin kembali hubungan juga penting bagi kembalinya wisatawan Rusia yang tidak lagi tertarik datang ke Turki sejak penembakan jatuh pesawat tempur Rusia di Suriah.

"Kami dapat bertahan selama masa yang sangat sulit dalam hubungan antara kedua negara, tetapi kami semua ingin, dan kami merasa bahwa kawan-kawan kami warga Turki juga ingin untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ini demi warga kedua negara," balas Putin.

Moskow akan menyambut gembira keterasingan Turki dari Uni Eropa dan NATO, kata analis Rusia Jeffrey Mankoff dalam wawancara dengan VOA melalui Skype.

"Bagi Vladimir Putin dan bagi Rusia, saya pikir, mengeksploitasi ketegangan dengan mitra-mitra Barat dan mendorong Turki untuk melihat dirinya lebih sebagai pemain independen yang menentukan sendiri kepentingan strategisnya dan memusatkan kepentingan-kepentingan itu lebih ke Timur Tengah daripada ke Eropa dan NATO – ini adalah sesuatu yang akan sangat menguntungkan Rusia," ulas Mankoff.

Para analis setuju pemerintah Rusia dan pemerintah Turki memiliki terlalu banyak konflik kepentingan untuk dapat menjalin hubungan yang akan mengancam sekutu-sekutu Barat Turki.

Amerika Serikat hari Selasa mengatakan bahwa Turki dan Rusia mempunyai banyak kepentingan bersama yang harus ditangani. Seorang juru bicara mengatakan pertemuan mereka tidak akan berpengaruh pada hubungan Amerika - Turki. [sp/ds]

XS
SM
MD
LG