Tautan-tautan Akses

Aksi Protes Warnai Perayaan HUT Ke-19 Serah Terima Hong Kong kepada China


Keumunan massa terlihat memadati jalanan Hong Kong dalam aksi protes pro-demokrasi tahunan, Jumat (1/7).

Keumunan massa terlihat memadati jalanan Hong Kong dalam aksi protes pro-demokrasi tahunan, Jumat (1/7).

Protes pada ulang tahun ini memiliki dua tema: mencegah Leung meraih masa jabatan kedua, dan menunjukkan kemarahan atas erosi otonomi Hong Kong.

Puluhan ribu pengunjuk rasa memenuhi jalan-jalan Hong Kong, Jumat (1/7), saat memperingati ulang tahun ke-19 serah terima kota itu dari Inggris ke China.

Sementara pejabat pemerintah dan hampir 1.000 warga Hong Kong menghadiri upacara pengibaran bendera di Lapangan Golden Bahia Jumat pagi (1/7), kerumunan yang jauh lebih besar berkumpul untuk pawai protes.

Banyak warga Hong Kong menentang pengawasan oleh pemerintah China dan percaya bahwa kepala eksekutif Hong Kong Leung Chun-ying terikat ke China daratan. Dia hanya memiliki dukungan 19 persen menurut survei opini publik terbaru.

Protes pada ulang tahun ini memiliki dua tema: mencegah Leung meraih masa jabatan kedua, dan menunjukkan kemarahan atas erosi otonomi Hong Kong. Yang terakhir ini disorot dengan kasus lima penjual buku lokal yang diciduk pihak berwenang China daratan dan ditahan selama berbulan-bulan.

Salah satu penjual buku itu, Lam Wing-kee, yang baru-baru ini berhasil kembali ke Hong Kong, menggambarkan masa tahanan seorang diri dan interogasi yang dialaminya selama tujuh bulan sebagai "penyiksaan mental." Dia dijadwalkan memimpin pawai, namun kemudian mengundurkan diri karena ia khawatir akan keselamatannya.

Sementara itu dalam acara pengibaran bendera yang mendukung China kepala eksekutif Hong Kong Leung Chun-ying mengatakan "Kami akan terus menerapkan kebijakan satu negara, dua sistem, orang Hong Kong yang mengatur Hong Kong dan ada otonomi tingkat tinggi sesuai dengan Undang-Undang Dasar." Dia menambahkan bahwa pemerintahnya akan terus mendongkrak perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan penduduknya. [as/uh]

XS
SM
MD
LG