Tautan-tautan Akses

Warga Indonesia di Ibukota AS Rayakan Natal Bersama

  • Susy Tekunan

Anak-anak Indonesia berusia di bawah 10 tahun menampilkan tarian dengan tema Natal

Anak-anak Indonesia berusia di bawah 10 tahun menampilkan tarian dengan tema Natal

Perayaan Natal warga Indonesia di Washington, DC, sarat makna dan semangat untuk beramal bagi sesama.

Lagu “Tuhan” mengalun sendu di gedung kedutaan Republik Indonesia di Washington DC dalam acara Natal bersama warga Indonesia. Lagu Bimbo yang populer tahun 70-an ini, disenandungkan oleh Rey Wowor dalam rangka penggalangan dana bagi korban bencana di Indonesia.

Perayaan Natal bersama warga Indonesia di Washington, DC, juga menghadirkan acara lelang yang berhasil mengumpulkan 1.810 dolar AS atau hampir 17 juta rupiah. Dana ini disumbangkan lewat organisasi sosial Wahana Misi Indonesia untuk warga yang terkena dampak gunung merapi di Jogyakarta. Kegiatan ini adalah wujud semangat Natal yaitu toleransi dan kepedulian terhadap sesama. Dua tema ini mendasari perayaan Natal bersama warga Indonesia di Washington tahun ini.

Rey Wowor menyanyikan lagu 'Tuhan' untuk mengumpulkan dana bagi korban bencana Merapi di Yogyakarta.

Rey Wowor menyanyikan lagu 'Tuhan' untuk mengumpulkan dana bagi korban bencana Merapi di Yogyakarta.

Sekitar 500an warga Indonesia berkumpul di dalam ruang utama gedung kedutaan untuk merayakan Natal. Tidak hanya umat Kristiani yang menghadiri Natalan ini, namun juga oleh pemeluk agama lain. Suasana meriah dan kekeluargaaan yang khas acara silahturahmi warga Indonesia juga terasa malam itu.

“Acara tahun ini kami pusatkan pada kaum muda, mereka diarahkan untuk lebih banyak berpartisipasi seperti dalam berbagai pertunjukan”, kata Agus Riyanto sebagai ketua panitia. Warga yang hadir juga melebihi perkiraan panitia yang menyiapkan ajang untuk sekitar 400 hadirin. Acara dimulai dengan ibadah Natal yang diramaikan dengan lagu-lagu bertema Natal dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Renungan yang disampaikan oleh Romo Francis Sulistya Heru Prabawa bertema Natal yang peduli dan semangat memberi kepada mereka yang kurang mampu. Hal ini seiring dengan pesan Natal yang disampaikan oleh Pendeta Samuel Ruddy Mamondol yang khusus datang dari San Francisco, California, untuk menyebarkan semangat pelayanan untuk kaum papa terutama para tunawisma di Washington.

Acara Natalan ini juga bertujuan untuk menyatukan komunitas Kristen yang terbagi dalam 9 gereja di Washington DC sekitar. Pendeta dari berbagai gereja diminta untuk menyampaikan doa dan paduan suara dan vocal group juga datang dari berbagai gereja.

Remaja Indonesia bermain biola dalam orkestra Indonesian Kids of Performing Arts.

Remaja Indonesia bermain biola dalam orkestra Indonesian Kids of Performing Arts.

Acara ibadah disambung dengan perayaan yang dimulai dengan kedatangan Duta Besar Indonesia, Dino Patti Djalal dan Rosa Djalal bersama dengan wakil duta besar Bapak Salman Al-Farisi dan Ibu. Kedatangan mereka diiringi dengan tari Tor-Tor, tarian khas dari Sumatra Utara untuk penyambutan tamu terhormat.

Duta Besar Dino Patti Djalal menyampaikan kata sambutan yang sarat dengan wejangan pada masyarakat untuk membuat perubahan sebagai generasi abad ke-21 ini. Pidato sekitar 25 menit ini juga mengungkit 4 tokoh masyarakat Indonesia yang beragama Kristen dan membawa pengaruh positif di masyarakat. Di akhir pidato, Duta Besar berpesan agar masyarakat menggunakan ajaran Kristen untuk memerangi masalah masyarakat, “Resep ini sudah diketahui umat Nasrani sejak lama dan disebarkan oleh Yesus Kristus. Kalian nyanyikan ini di gereja dan ajarkan pada anak-anak kalian. Resepnya adalah di dunia yang penuh kekejaman dan kebencian, hadapi semua orang dengan penuh kasih dan kebaikan.”

Kelompok remaja dari berbagai gereja dalam pertunjukan Natal ala 'High School Musical.'

Kelompok remaja dari berbagai gereja dalam pertunjukan Natal ala 'High School Musical.'

Sekelompok remaja menghadirkan acara musikal gabungan ala "High School Musical" ataupun “Glee” dengan pesan untuk tidak lupa dengan makna Natal dan memberi semangat untuk mengembangkan bakat dan berprestasi sebagai pemuda Kristen Indonesia. Phoebe Hasnan, salah seorang remaja Indonesia yang besar di Amerika mengatakan, “Saya senang karena acara ini dihadiri oleh siapa saja dan yang datang tidak hanya orang Kristen saja.”

Acara kumpul-kumpul warga Indonesia di rantau tak pernah lengkap tanpa hidangan khas tanah air. Mie goreng, sate ayam dan ayam bumbu pedas menutup acara Natalan malam itu. Pengunjung tampak masih bersemangat berbincang dan bersilahturahmi walaupun acara makan baru dimulai sekitar pukul 10 malam. Mereka memanfaatkan suasana hangat penuh arti damai dan kasih di tengah musim dingin ini, untuk melepas kangen dengan teman-teman setanah air di rantau.

XS
SM
MD
LG