Tautan-tautan Akses

Perancis akan Perpanjang Aturan Keadaan Darurat


Presiden Perancis Francois Hollande (tengah) mengatakan akan memperpanjang keadaan darurat pasca serangan maut di Nice (foto: dok).

Presiden Perancis Francois Hollande (tengah) mengatakan akan memperpanjang keadaan darurat pasca serangan maut di Nice (foto: dok).

Setelah serangan truk pekan lalu di Nice, parlemen Perancis diperkirakan akan memperpanjang keadaan darurat yang memberi kekuasaan lebih besar pada polisi untuk mencari dan menangkap tersangka, tanpa terlebih dahulu minta ijin dari hakim.

Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan itu menjelang debat di parlemen hari Selasa (19/7) malam, bahwa adalah tanggung jawabnya setelah serangan di Nice untuk "memperpanjang keadaan darurat selama tiga bulan ," yang sedianya akan berakhir tanggal 26 Juli.

Hollande menambahkan bahwa ia akan setuju untuk memperpanjangnya menjadi enam bulan seperti yang diminta oleh beberapa pemimpin oposisi kanan-tengah.

Langkah itu diambil setelah jalan di tepi pantai Nice, Promenade des Anglais, dibuka kembali setelah serangan hari Kamis oleh seorang warga Perancis keturunan Tunisia, Mohamed Lahouaiej Bouhlel usia 31 tahun. Bouhlel menabrakkan truk yang dikemudikannya pada kerumuman orang yang sedang merayakan Bastille Day, menewaskan 84 orang, sebelum ia ditembak tewas oleh polisi.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, meskipun tidak ada bukti kuat yang menghubungkan Bouhlel dengan grup teror itu.

Jaksa Perancis, Francois Molins mengatakan hari Senin bahwa penyerang di Nice itu telah menunjukkan dukungan kepada ISIS dan mencari informasi lewat online tentang serangan terhadap sebuah klub malam gay di Orlando, Florida.

Perancis memberlakukan keadaan darurat setelah serangan 13 November yang dilakukan oleh militan Islam yang menewaskan 130 orang di Paris dan melukai puluhan lainnya. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG