Tautan-tautan Akses

Perancis: Pembicaraan Nuklir Iran Buntu


Menteri Luar Negeri John Kerry (kiri), bertemu dengan wakil Uni Eropa untuk urusan luar negeri Catherine Ashton (tengah) dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (ketiga dari kanan) di Jenewa (9/11).

Menteri Luar Negeri John Kerry (kiri), bertemu dengan wakil Uni Eropa untuk urusan luar negeri Catherine Ashton (tengah) dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (ketiga dari kanan) di Jenewa (9/11).

Diplomat di Jenewa mengatakan pembicaraan tiga hari dengan pejabat Iran akan segera berakhir tanpa tercapai persetujuan.

Pemerintah Perancis mengungkapkan keprihatinan dengan posisi Iran dalam perundingan sementara Perancis dan negara-negara kuat lainnya berusaha menghapus program nuklir Iran. Diplomat di Jenewa mengatakan pembicaraan tiga hari dengan pejabat Iran akan segera berakhir tanpa tercapai persetujuan.

Presiden Iran Hasan Rohani mendesak keenam kekuatan utama dunia untuk tidak kehilangan kesempatan luar biasa dan mencapai persetujuan di Jenewa guna mengakhirI pertikaian nuklir Iran yang sudah berlangsung selama satu dasawarsa.

Kantor berita IRNA mengatakan, Rohani memberikan komentar itu dalam pertemuan di Teheran Sabtu dengan Menteri luar negeri Jepang, Fumio Kishida yang sedang berkunjung.

Menteri Luar negeri Perancis Laurent Fabius yang bergabung dalam perundingan di Jenewa mengatakan Paris tidak puas dengan posisi Iran dan tidak akan mau ikut ambil bagian dalam persetujuan yang sifatnya setengah-setengah.

Berbicara kepada France Inter Radio, Fabius mengatakan, Iran harus mengakhiri kegiatan di reaktor Arak yang menghasilkan plutonium. Ia juga mengatakan perlu ada pengurangan dalam kemurnian uranium Iran yang sudah diperkaya.

Amerika dan sekutunya menuduh Iran melakukan pengayaan uranium untuk membuat senjata nuklir. Mereka khawatri plutonium yang dihasilkan Iran bisa di olah kembali menjadi materi yang bermutu memenuhi kebutuhan untuk senjata nuklir. Teheran menegaskan programnya ditujukan semata untuk menghasilkan energi listrik dan penelitian medis.

Tidak jelas sejauh mana komentar Fabius ini juga mencerminkan pendapat dari kelima kekuatan lain yang terlibat pembicaraan dengan Iran. Amerika, Inggris, Jerman, Rusia dan Tiongkok.

Beberapa diplomat mengatakan Perancis tampaknya punya tuntutan lebih berat dibandingkan negara-negara lainnya.

Media Iran mengutip Menteri Luar Negeri Iran Javad Sharif mengatakan, banyak perpecahan diantara ke enam negara itu. Zarif, yang memimpin delegasi Iran di Jenewa, mengatakan, seandairnya pembicaraan ini tidak mencapai persetujuan, sebuah perundingan baru akan diselenggarakan dalam 7 sampai 10 hari mendatang.
XS
SM
MD
LG