Tautan-tautan Akses

Perancis, Negara Eropa Pertama Akui Koalisi Oposisi Suriah


Presiden Perancis Francois Hollande dalam jumpa pers di Paris (13/11). Perancis menjadi negara Eropa pertama yang mengakui keberadaan Koalisi Oposisi Suriah sebagai satu-satunya wakil sah rakyat Suriah dan pemerintah masa depan Suriah yang demokratis.

Presiden Perancis Francois Hollande dalam jumpa pers di Paris (13/11). Perancis menjadi negara Eropa pertama yang mengakui keberadaan Koalisi Oposisi Suriah sebagai satu-satunya wakil sah rakyat Suriah dan pemerintah masa depan Suriah yang demokratis.

Perancis telah menjadi negara Eropa pertama yang mengakui keberadaan koalisi oposisi Suriah yang baru terbentuk, Selasa (13/11).

Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan hari Selasa bahwa koalisi oposisi Suriah bersatu adalah satu-satunya wakil sah rakyat Suriah dan pemerintah masa depan Suriah yang demokratis.

Hollande mengatakan Perancis akan meninjau kemungkinan menjual senjata mereka segera setelah koalisi itu membentuk pemerintah transisi.

Dewan Kerjasama Teluk yang beranggotakan enam negara telah mengakui kelompok pemberontak hari Senin (12/11).

Di Washington, jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Mark Toner menyebut koalisi itu wakil sah rakyat Suriah. Namun menurutnya, Amerika Serikat ingin melihat terlebih dahulu bagaimana organisasi itu mengatur dirinya dan apakah organisasi itu juga terbukti sebagai wakil yang efektif.

Negara-negara Eropa lain dan Liga Arab juga telah mengatakan mereka mendukung koalisi baru itu, tetapi belum bersedia untuk memberi pengakuan penuh.

Amerika Serikat dan Eropa enggan mempersenjatai pemberontak Suriah, dengan alasan pemberontak masih belum terorganisir. Mereka juga mengkhawatirkan jatuhnya persenjataan tersebut ke tangan militan Islamis.

Para anggota oposisi Suriah dalam pertemuan di Doha hari Minggu lalu sepakat untuk membentuk koalisi baru guna menyatukan berbagai kelompok oposisi yang berjuang untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.
XS
SM
MD
LG