Tautan-tautan Akses

Perancis, Meksiko Tuntut Penjelasan Spionase NSA


Menlu Perancis Laurent Fabius hari Senin (21/10) menelepon Duta Besar AS terkait laporan spionase oleh NSA (foto: dok).

Menlu Perancis Laurent Fabius hari Senin (21/10) menelepon Duta Besar AS terkait laporan spionase oleh NSA (foto: dok).

Sebuah artikel di surat kabar Le Monde mengupas tentang spionase berskala besar terhadap warganegara Perancis oleh Dinas Keamanan Nasional Amerika, NSA.

Perancis dan Meksiko dengan marah menuntut penjelasan dari Amerika Serikat, setelah munculnya tuduhan baru mengenai spionase yang dibocorkan mantan kontraktor keamanan Amerika Edward Snowden.

Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius hari Senin menyatakan telah menelepon Duta Besar Amerika untuk meminta penjelasan mengenai sebuah artikel di surat kabar Le Monde tentang spionase berskala besar terhadap warganegara Perancis oleh Dinas Keamanan Nasional Amerika, NSA.

Artikel itu menuduh bahwa NSA mengumpulkan puluhan juta catatan telepon warga Perancis dalam kurun satu bulan. Fabius menyebut klaim tersebut mengejutkan.

Sementara itu, Meksiko hari Senin bereaksi marah terhadap artikel yang diterbitkan majalah Jerman Der Spiegel, di mana Snowden menuduh NSA mengakses e-mail mantan Presiden Meksiko Felipe Calderon.

Kementerian Luar Negeri Meksiko menyebut praktik tersebut “tidak dapat diterima sama sekali, ilegal dan bertentangan dengan hukum Meksiko dan internasional.”

Di Washington, juru bicara Departemen Luar Amerika Marie Harf tidak bersedia mengkonfirmasi atau membantah laporan terbaru tentang kegiatan spionase Amerika tersebut.

Marie Harf hari Senin (21/10) memberitahu para wartawan bahwa semua negara memahami nilai pengumpulan data intelijen dan mengatakan Amerika bersedia untuk mendiskusikan keprihatinan setiap negara tentang praktik yang dilakukan oleh Amerika.
XS
SM
MD
LG