Tautan-tautan Akses

Perancis Imbau Adakan Sidang DK PBB Bahas Aleppo


Foto dari Rumaf, aktivis Kurdi Suriah menunjukkan foto-foto warga yang melarikan diri dari Aleppo, 27 November 2016. (The Rumaf via AP).

Foto dari Rumaf, aktivis Kurdi Suriah menunjukkan foto-foto warga yang melarikan diri dari Aleppo, 27 November 2016. (The Rumaf via AP).

PBB mengatakan sekitar 16.000 warga sipil telah melarikan diri dari Aleppo Timur dalam beberapa hari ini menyusul gerak maju pasukan pemerintah Suriah.

Perancis telah mengimbau agar diadakan sidang Dewan Keamanan PBB guna membahas keadaan kota Aleppo di Suriah.

Dalam pernyataan hari Selasa (29/11) kepada media menyusul pertemuan kabinet Perancis, Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault mengatakan, sekarang “ada kebutuhan mendesak bagi penghentian permusuhan dan akses ke bantuan kemanusiaan” untuk penduduk dari kota yang terkepung itu.

"Hari ini sekitar satu juta orang terkepung menurut PBB, tidak hanya di Aleppo, Homs, tetapi juga di Ghouta dan Idlib, ini adalah kenyataan dari situasi di Suriah sekarang. Perancis mengambil inisiatif untuk mengkonfrontir strategi perang total yang dilancarkan rejim Suriah dan sekutunya, yang memanfaatkan situasi yang tidak menentu di Amerika. Perancis akan mempertemukan secara cepat kelompok kerabat Suriah dalam beberapa hari mendatang di Paris. Kami juga akan meneruskan perjuangan kami di DK PBB untuk menghasilkan sebuah resolusi yang mengecam penggunaan senjata kimia oleh rejim Suriah. Ini merupakan kenyataan,” kata Menlu Ayrault.

PBB mengatakan sekitar 16.000 warga sipil telah melarikan diri dari Aleppo Timur dalam beberapa hari ini menyusul gerak maju pasukan pemerintah Suriah.

Hari Selasa (29/11), pemantau HAM Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan sedikitnya 10 warga sipil tewas dalam serangan udara di Bab al-Nairab, salah satu distrik di Allepo timur yang masih dikuasai oleh pasukan pemberontak.

Aktivis dan dan media pemerintah Suriah hari Senin mengatakan pasukan pemerintah berhasil mencapai serangkaian kemenangan atas pasukan oposisi di bagian timur Aleppo, sebagai bagian dari strategi yang tampaknya digunakan untuk membagi wilayah yang dikuasai pemberontak itu menjadi dua bagian

Aleppo telah menjadi fokus utama militer Suriah dengan dukungan serangan udara Rusia. Ssituasi di sana juga telah menimbulkan keprihatinan internasional, di mana diperkirakan sekitar 250.000 warga sipil terperangkap dalam pengepungan pemerintah membutuhkan makanan dan bantuan medis.

Di Washington, Departemen Luar Negeri Amerika mengungkapkan “kemarahan yang mendalam” atas pemboman terbaru di Aleppo, dan minta Moskow bertanggung jawab atas memburuknya keadaan di Allepo itu. [lt/jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG