Tautan-tautan Akses

Di Tengah Ketegangan Politik, Perancis Bersiap Resmikan Gereja Ortodoks Rusia


Gereja Ortodoks Rusia di Paris.

Gereja Ortodoks Rusia di Paris.

Perseteruan politik antara Hollande dan Putin tidak berpengaruh pada kehadiran Pusat Budaya Ortodoks baru ini.

Pejalan kaki di Paris banyak yang berhenti sejenak untuk mengamati menara-menara runcing dari emas dari Gereja Ortodoks Rusia yang baru, yang letaknya di bawah bayang-bayang menara Eiffel. Katedral Ortodoks ini dilengkapi dengan pusat budaya dan sekolah.

Sebelum peresmiannya hari Rabu (19/10), Pusat Spiritual dan Budaya Ortodoks bernilai US$187 juta ini dibayangi berbagai drama, seperti ketegangan geopolitik dan konflik partisan.

Ada yang menilainya sebagai penyebaran pengaruh Rusia di bawah Vladimir Putin pada saat hubungan semakin dingin antara Moskow dan Barat.

Minggu lalu, Putin membatalkan lawatannya ke Paris setelah Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan, Rusia bisa dihadapkan pada tuduhan kejahatan perang akibat pembomannya terhadap Aleppo di Suriah, dan Hollande jelas-jelas menunjukkan tidak akan ada diplomasi yang manis selama lawatan Putin itu.

Hollande sendiri juga diserang, dan pada saat musim pemilihan sekarang, cemoohannya terhadap Putin segera dimanfaatkan oleh musuh-musuh politiknya.

“Saya juga banyak tidak sepakat dengan Putin, tetapi bagaimana akan ada solusi kalau kita tidak bicara?” kata Nicolas Sarkozy, mantan presiden yang sedang berkampanye untuk kembali menjadi presiden, dan dia menyebut tindakan Hollande tidak bertanggung jawab.

Namun perseteruan politik ini tidak berpengaruh pada kehadiran Pusat Budaya Ortodoks baru ini.

“Gagasan yang bagus punya Katedral Rusia yang baru di Paris,” kata Alexandra Lastovka, 31, seorang warga Perancis keturunan Rusia.

“Saya pasti akan mengunjunginya. Saya harap kehidupan di komunitas Ortodoks akan diperkaya dan harmonis sebagaimana paroki-paroki lainnya.” [jm]

XS
SM
MD
LG