Tautan-tautan Akses

Perancis Akan Tutup Kamp Migran di Paris


Para migran menunggu dievakuasi dari sebuah kmp di utara Paris (16/9). (AP/Thibault Camus)

Para migran menunggu dievakuasi dari sebuah kmp di utara Paris (16/9). (AP/Thibault Camus)

Presiden Perancis telah mendesak Inggris agar menerima 1.500 anak tanpa kerabat dari kamp migran Calais yang telah dikosongkan.

Presiden Perancis Francois Hollande hari Sabtu (29/10) mengatakan akan menutup kamp migran di Paris, setelah pemerintahnya mengosongkan kamp pengungsi yang dikenal sebagai "The Jungle (hutan belantara)," dekat Calais awal pekan ini.

Kamp darurat dengan kondisi memprihatinkan di dekat kota pelabuhan Calais, tempat tinggal migran sementara menunggu dimukimkan kembali di tempat lain, menjadi simbol krisis pengungsi terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.

Hollande mendesak Inggris agar menerima 1.500 anak tanpa kerabat dari "hutan" itu sementara pejabat meningkatkan upaya menghancurkan kamp migran Calais yang hampir kosong.

Hollande telah berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May untuk memastikan bahwa pejabat Inggris akan "berperan" dalam menyambut mereka ke Inggris.

Ia menambahkan, 5.000 migran diungsikan dari kamp Calais dalam seminggu terakhir dan dipindah ke sekitar 450 pusat penerimaan di seluruh Perancis.

Sentimen anti-imigran di Inggris dan Perancis merumitkan upaya mengatasi drama migran Calais yang berlangsung lama. [ka]

XS
SM
MD
LG