Tautan-tautan Akses

Penyintas Kamp Auschwitz Desak Eropa Selalu Ingat Sejarah


Komunitas Yahudi Eropa memperingatkan bahwa sikap anti-Semitisme semakin meningkat, yang dipicu oleh kemarahan atas kebijakan Israel di Timur Tengah dan ketegangan sosial.

Para penyintas Auschwitz yang masih tersisa mendesak dunia untuk tidak melupakan kengerian genosida atas Yahudi (Holocaust) 70 tahun setelah kamp maut Nazi dibubarkan pada akhir Perang Dunia II, sebuah peringatan di saat Eropa kembali dikonfrontasi oleh tidak adanya toleransi.

Komunitas Yahudi Eropa memperingatkan bahwa sikap anti-Semitisme semakin meningkat, yang dipicu oleh kemarahan atas kebijakan Israel di Timur Tengah dan ketegangan sosial terkait imigrasi, ketidaksetaraan dan semakin sulitnya ekonomi di bawah kebijakan-kebijakan penghematan yang berkontribusi pada kemunculan gerakan-gerakan politik ultra-kanan di Eropa.

Dalam salju tebal di pedesaan Polandia, sekitar 300 penyintas berusia lanjut dan sejumlah pemimpin dunia berkumpul, Selasa (27/1), di bawah tenda di pintu masuk kamp Auschwitz II-Birkenau, dengan rel kereta api yang membawa lebih dari sejuta Yahudi Eropa ke kematiannya telah dilapisi emas.

"Tujuh puluh tahun kemudian, kekejaman setiap hari itu masih terukir di benak saya," ujar bekas tahanan Roman Kent.

Acara tersebut menandai barangkali peringatan besar terakhir yang dapat dihadiri oleh para penyintas Auschwitz, dengan yang termuda berusia 70an.

Upacara tersebut dibayang-bayangi peperangan di negara tetangga Ukraina, serangan terhadap Yahudi di Eropa dan luapan baru anti-Semitisme yang terbuka bahkan saat kenangan atas Holocaust memudar dengan meninggalnya mereka yang telah mengalaminya.

"Mengenang saja tidak cukup, tindakan sangat penting," ujar Kent. "Ini kewajiban kita bersama, para penyintas dan pemimpin dunia, untuk menanamkan pemahaman mengenai apa yang terjadi ketika prasangka dan kebencian diperbolehkan tumbuh."

Hadir di acara tersebut antara lain pemimpin Jerman, Perancis dan negara-negara lainnya.

Sekitar 1,5 juta orang, terutama Yahudi Eropa, dimasukkan kamar gas, ditembak, digantung dan dibakar di kamp maut Jerman Nazi di bagian selatan Polandia itu, sebelum Tentara Merah Soviet memasuki gerbangnya pada musim dingin 1945 dalam serbuan ke Berlin.

Auschwitz telah menjadi simbol paling menonjol dari Holocaust yang menewaskan enam juta Yahudi yang hidup di seluruh Eropa.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan rakyat Jerman memiliki tanggung jawab tak ada akhir untuk memerangi segala bentuk anti-Semitisme dan rasialisme.

"Kita harus memaparkan mereka yang mendorong prasangka dan memunculkan ketakutan, baik yang lama maupun yang baru," ujar Merkel sehari sebelum peringatan, dengan referensi jelas pada gerakan akar rumput sayap kanan PEGIDA di Jerman. (Reuters)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG