Tautan-tautan Akses

8 Penyintas Ditemukan 5 Hari setelah Tambang Runtuh di China


Beberapa warga menunggu di luar komplek tambang gipsum di Pingyi, provinsi Shandong, China yang runtuh hari Jumat (25/12).

Beberapa warga menunggu di luar komplek tambang gipsum di Pingyi, provinsi Shandong, China yang runtuh hari Jumat (25/12).

Setidaknya 1 orang tewas dan beberapa lainnya masih hilang setelah runtuhnya sebuah tambang di Pingyi, provinsi Shandong, China timur.

Petugas penyelamat China telah berhasil melakukan komunikasi dengan delapan korban di tambang yang runtuh lima hari lalu di provinsi timur Shandong, menurut media pemerintah.

Kamera inframerah yang dimasukkan ke dalam terowongan tambang gipsum berhasil mendeteksi para korban selamat hari Rabu (30/12) pagi, menurut kamera CCTV siaran pemerintah, yang mengatakan para pekerja tambang tersebut berada dalam kondisi stabil.

Tim penyelamat telah mengirim makanan dan perlengkapan lainnya untuk para penyintas, kata laporan itu. Namun, kantor berita Xinhua mengatakan upaya penyelamatan sangat sulit karena "ketidakstabilan struktur terowongan dan jatuhnya serpihan (puing-puing) tambang."

Satu orang tewas dan beberapa lainnya masih hilang setelah tambang di kabupaten Pingyi tersebut runtuh hari Jumat (25/12). Dua hari kemudian, pemilik tambang melompat ke dalam sumur di dekatnya dan tewas karena tenggelam, yang tampaknya merupakan tindakan bunuh diri.

Beberapa pejabat lokal di Pingyi telah dipecat, meskipun media pemerintah mengatakan penyebab runtuhnya tambang masih dalam penyelidikan.

Insiden yang terkait kecelakaan pertambangan telah menewaskan ratusan orang setiap tahun di China, meskipun standar keselamatan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. [pp/dw]

XS
SM
MD
LG