Tautan-tautan Akses

Penyidik FBI akan Diberi Akses ke Tersangka Serangan Benghazi


Anggota Senat Amerika dari Partai Republik, Lindsey Graham (kanan) dan Saxby Chambliss, mengeluarkan pernyataan mengenai kesepakatan Tunisia-AS terkait pemberian akses ke tersangka serangan Benghazi, Jum'at (2/11). (Foto: dok).

Anggota Senat Amerika dari Partai Republik, Lindsey Graham (kanan) dan Saxby Chambliss, mengeluarkan pernyataan mengenai kesepakatan Tunisia-AS terkait pemberian akses ke tersangka serangan Benghazi, Jum'at (2/11). (Foto: dok).

Berdasarkan kesepakatan Tunisia-Amerika, para penyidik Amerika diizinkan menginterogasi Ali Ani al Harzi dengan pengawasan para pejabat Tunisia.

Sejumlah pejabat Amerika mengatakan, pihak berwenang di Tunisia telah sepakat mengizinkan para penyidik FBI memperoleh akses ke tersangka militan Islam yang ditahan karena terlibat dalam serangan 11 September terhadap konsulat Amerika di Benghazi, Libya.

Berdasarkan kesepakatan antara para pejabat Tunisia dan Amerika, para penyidik Amerika itu akan diizinkan menginterogasi Ali Ani al Harzi namun dengan pengawasan para pejabat Tunisia.

Pengaturan itu diumumkan dalam sebuah pernyataan tertulis hari Jumat (3/11) yang dikeluarkan oleh dua senator partai Republik, Saxby Chambliss, Wakil Ketua Komisi Intelijen Senat, dan Lindsey Graham, anggota senior Komisi Angkatan Bersenjata Senat.

Sebelumnya pekan ini, Graham menulis ke pemerintah Tunisia yang mengungkapkan betapa penting para penyidik Amerika mendapatkan akses ke al Harzi. Sementara Chambliss mendesak FBI untuk mengupayakan akses ke al Harzi dan tersangka-tersangka lain yang ditahan terkait serangan itu.

Sebuah sumber pemerintah Amerika mengatakan, sangat mungkin tekanan senator itu membantu meyakinkan Tunisia untuk mengizinkan para penyidik FBI menginterogasi al Harzi, yang ditangkap di Turki Oktober lalu namun kemudian diserahkan ke pihak berwenang di Tunisia, negara asalnya.
XS
SM
MD
LG