Tautan-tautan Akses

Penyerang Dubes AS di Korea Selatan Dapat Hadapi Dakwaan Pembunuhan


Kim Ki-jong, tersangka penyerang Dubes AS di Seoul, dibawa meninggalkan kantor polisi dengan kursi roda, Jumat (6/3).
Kim Ki-jong, tersangka penyerang Dubes AS di Seoul, dibawa meninggalkan kantor polisi dengan kursi roda, Jumat (6/3).

Menyusul serangan pisau terhadap Duta Besar Amerika untuk Korea Selatan, polisi Seoul kini menyelidiki kunjungan tersangka ke Korea Utara di masa lalu dan mengevaluasi pengamanan di tempat acara di mana terjadi serangan tersebut.

Serangan ini juga memunculkan pertanyaan mengenai selazim apa sentimen anti-Amerika di antara warga Korea Selatan.

Polisi Korea Selatan hari Jumat mengatakan mereka mungkin akan mendakwa Kim Ki-jong, tersangka yang melakukan serangan pisau terhadap duta besar Amerika di Seoul, Mark Lippert, dengan percobaan pembunuhan. Yoon Myeong-sung, kepala polisi distrik Jongno di mana serangan itu terjadi, mengatakan mereka juga menyelidiki apakah kunjungan yang sering dilakukan tersangka ke Korea Utara ada relevansinya dengan kasus itu.

Yoon Myeong-sung mengatakan polisi mencoba untuk menyelidiki apakah ada dalang di balik serangan tersangka Kim Ki-jong itu. Mereka kini memusatkan perhatian pada fakta bahwa ia telah mengunjungi Korea Utara sebanyak tujuh kali dan polisi kini berusaha menyelidiki apakah kunjungan-kunjungan itu terkait dengan kejahatan tersebut.

Polisi menggerebek rumah dan kantor Kim Ki-jong hari Jumat. Jika mereka menemukan bukti bahwa ia mendukung rezim Kim Jong Un, ia dapat didakwa telah melanggar hukum keamanan negara. Ia juga akan menghadapi tuntutan karena menyerang seorang utusan asing dan menghambat operasi bisnis.

Kim mengatakan kepada polisi ia bertindak sendirian. Ia mengatakan, serangan itu dimaksudkan sebagai protes terhadap latihan militer bersama Amerika-Korea Selatan yang kini sedang berlangsung. Dia dilaporkan menyuarakan kembali kecaman yang dilontarkan oleh Korea Utara pada masa lalu bahwa latihan-latihan militer itu meracuni setiap upaya untuk rekonsiliasi termasuk kemungkinan berkumpulnya kembali keluarga-keluarga yang telah terpisah sejak akhir Perang Korea pada tahun 1953.

Kim memiliki sejarah panjang kegiatan ultra-nasionalis dan kekerasan. Ia pernah melakukan protes seorang diri terhadap Jepang mengenai pulau-pulau yang disengketakan. Pada tahun 2010 ia ditangkap karena melemparkan potongan-potongan beton terhadap duta besar Jepang dan menerima hukuman penjara yang ditangguhkan.

Kegiatan anti-Amerika Kim bisa ditelusuri kembali sampai ke tahun 1990-an ketika ia membakar bendera Amerika di kompleks kedutaan Amerika di Seoul. Kantor berita pemerintah Korea Utara menyebut serangan itu “hukuman yang adil” bagi latihan militer bersama Amerika-Korea Selatan yang dimulai bulan ini, dan yang secara rutin dikecam oleh Korea Utara.

Juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Lim Byeong-chul mengecam pernyataan bernada ejekan oleh media pemerintah Korea Utara tersebut yang juga mengklaim serangan terhadap Duta Besar Amerika itu mencerminkan opini publik di Korea Selatan.

Lim Byeong-chul mengatakan mereka mengutuk keras distorsi dan fabrikasi yang dilakukan oleh Korea Utara mengenai sifat kejadian itu, dan klaim bahwa serangan tersebut mencerminkan sentimen dan dukungan publik terhadap insiden itu.

Pada masa lalu sering terjadi protes terhadap kehadiran militer Amerika di Korea Selatan, tetapi protes itu tidak pernah terjadi akhir-akhir ini.

Dalam dekade terakhir opini publik Korea Selatan mengenai Amerika telah berkembang semakin baik, sementara potensi ancaman nuklir Korea Utara telah meningkat dan kebijakan luar negeri Tiongkok telah menjadi semakin agresif.

Recommended

XS
SM
MD
LG