Tautan-tautan Akses

AS

Penyelundupan Rokok ke New York Terkait Kelompok Teroris


Komisaris Kepolisian New York Ray Kelly pada konferensi pers mengenai kejahatan terorganisir penyelundupan rokok (16/5). (Reuters/Lucas Jackson)

Komisaris Kepolisian New York Ray Kelly pada konferensi pers mengenai kejahatan terorganisir penyelundupan rokok (16/5). (Reuters/Lucas Jackson)

Lingkaran penyelundupan jutaan slof rokok ke New York diduga terkait dengan kelompok teroris.

Limabelas pria keturunan Palestina telah ditangkap dengan tuduhan mengelola lingkaran penyelundupan rokok bernilai jutaan dolar di New York, dan pihak berwenang New York yang mengumumkan penangkapan tersebut pada Kamis (16/5) mengatakan beberapa tersangka itu memiliki hubungan dengan Hamas dan kelompok Islam militan lainnya.

Pria-pria itu dituduh menyelundupkan lebih dari satu juta slof rokok yang tidak dikenai pajak dari Virginia untuk dijual di toko-toko kelontong di seluruh New York, dengan penjualan yang belum terbongkar mencapai US$55 juta sejauh ini, ujar Jaksa Agung New York Eric Schneiderman dan Komisaris Polisi New York City, Ray Kelly.

Tersangka ke-16, Ribhi Awadeh, masih menjadi buron setelah terbang ke Yordania beberapa minggu lalu, ujar Schneiderman.

Para pria ini dijatuhi tuduhan korupsi, pencucian uang dan kejahatan pajak lainnya, yang dapat membuat masing-masing menghadapi penjara 25 tahun jika terbukti benar. Selain merugikan negara bagian New York dan kota New York sebesar US$80 juta untuk penerimaan pajak yang hilang, kelompok ini menghasilkan setidaknya keuntungan $10 juta, ujar Schneiderman dan Kelly.

Para penyelundup ini hidup secara sederhana sehingga diduga uang-uang tersebut disalurkan ke tempat lain. Para penyelidik masih melacak uang yang beredar, namun mereka mencatat bahwa lingkaran-lingkaran serupa di masa lalu telah menyalurkan uang ke Hamas, pemerintahan Islamis di Gaza, dan Hezbollah, kelmpok Syiah militan di Lebanon, yang keduanya dianggap organisasi teroris oleh Amerika Serikat.

Kelly mengatakan bahwa salah satu penyelundup, menerima modal untuk bisnis distribusi susu bayi ilegal pada 1990an dari Omar Abdel Rahman, ulama tuna netra yang dihukum seumur hidup karena konspirasi untuk membom tempat-tempat bersejarah di New York City.

Para tersangka lain juga memiliki hubungan dengan para teroris lainnya.

Pihak berwenang mengatakan lingkaran ini dipimpin kakak beradik Basel Ramadan, 42, dan Samir Ramadan, 40, dari Ocean City, Maryland, yang mengelola dua restoran waralaba Subway. Para penyelidik mengatakan mereka menemukan $1,4 juta di rumah Basel, beberapa di dalam kantong plastik hitam, dan tiga senjata api tangan. (AP/Reuters)
XS
SM
MD
LG