Tautan-tautan Akses

Swiss, Austria Selidiki Dugaan Penyadapan atas Perundingan Nuklir Iran


Sebuah hotel mewah di Wina, Austria di mana perundingan nuklir Iran berlangsung bulan April lalu (foto: dok).

Sebuah hotel mewah di Wina, Austria di mana perundingan nuklir Iran berlangsung bulan April lalu (foto: dok).

Pihak mencari piranti lunak yang mungkin digunakan untuk memantau perundingan Iran yang dilangsungkan di beberapa hotel Eropa.

Pihak berwenang Swiss dan Austria hari Kamis (11/6) mengatakan sedang menyelidiki apakah ada usaha canggih yang dilancarkan untuk memata-matai perundingan enam negara kuat dunia dengan Iran mengenai program nuklirnya.

Kantor Jaksa Agung Swiss di Berne mengatakan para penyelidik menggeledah sebuah rumah di Jenewa tanggal 12 Mei dan menyita piranti keras dan lunak komputer.

Pihak berwenang mengatakan mereka mencari piranti lunak yang mungkin digunakan untuk memantau perundingan yang dilakukan di beberapa hotel di Swiss, Austria dan Jerman.

Austria juga mengatakan sedang menyelidiki apakah pertemuan di Wina telah dimata-matai.

Pihak berwenang Swiss mengatakan penyelidikan sedang dilakukan terhadap orang-orang yang tidak disebutkan namanya “atas kecurigaan melakukan kegiatan mata-mata politik” tapi tidak memberi penjelasan lebih jauh.

Israel berkeras menentang kemungkinan perjanjian nuklir yang mungkin bisa disepakati sebelum akhir Juni antara Iran dengan Amerika, China, Rusia, Inggris, Perancis dan Jerman tapi menyangkal keterlibatan apapun dalam kegiatan mata-mata itu.

“Tidak ada dasar bagi laporan-laporan internasional mengenai keterlibatan Israel dalam masalah itu,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Tzipi Hotovely kepada radio militer Israel. “Yang lebih penting adalah kita mencegah perjanjian yang buruk, jika tidak, Iran bisa memiliki senjata nuklir”.

Di Wina, Reza Najafi, duta besar Iran untuk badan nuklir PBB mengatakan kepada wartawan “Ada musuh-musuh dalam perundingan ini dan mereka akan melakukan apa saja, jadi kami tidak heran. Kami terus mengambil langkah-langkah pencegahan supaya tidak ada rincian perundingan yang bocor."

Negara-negara besar dunia berusaha menghambat program pengembangan nuklir Iran untuk mencegahnya membuat senjata nuklir, atau setidaknya memberi dunia waktu satu tahun apabila Iran melanggar perjanjian yang telah disepakati dan mulai membangun bom atom.

Iran ingin sanksi-sanksi ekonomi yang melumpuhkan yang diberlakukan negara Barat dan Amerika dicabut sebagai imbalan menyetujui larangan-larangan atas kegiatan nuklirnya.

XS
SM
MD
LG