Tautan-tautan Akses

Penyelam Lanjutkan Pencarian Korban dan Bagian Pesawat AirAsia


Para anggota tim penyelamatan dalam operasi pencarian pesawat AirAsia penerbangan 8501 di Laut Jawa (4/1). (Reuters/Beawiharta)

Para anggota tim penyelamatan dalam operasi pencarian pesawat AirAsia penerbangan 8501 di Laut Jawa (4/1). (Reuters/Beawiharta)

Sedikitnya lima kapal dengan peralatan yang dapat mendeteksi kotak hitam pesawat tersebut telah dikerahkan di wilayah tempat benda-benda yang diyakini merupakan bagian pesawat terlihat.

Cuaca membaik Senin (5/1) dan para penyelam akan melanjutkan pencarian benda-benda besar di dasar laut yang diyakini merupakan bagian dari pesawat AirAsia yang jatuh lebih dari seminggu lalu, yang menewaskan162 orang di dalamnya.

Sedikitnya lima kapal dengan peralatan yang dapat mendeteksi kotak hitam pesawat tersebut telah dikerahkan di wilayah tempat benda-benda tersebut terlihat, menurut Suryadi B. Supriyadi, direktur operasi lembaga pencarian dan penyelamatan Basarnas.

"Jika tidak dapat dilakukan oleh para penyelam, kami akan menggunakan peralatan canggih dengan kemampuan melacak obyek-obyek di bawah laut dan kemudian mengangkatnya," ujar Suryadi.

Lima benda besar, yang terbesar berukuran panjang 18 meter dan lebar 5,4 meter dan diyakini sebagai penampang badan pesawat, telah dideteksi, dan Suryadi kembali mengatakan bahwa pihak berwenang memperkirakan banyak penumpang dan awak pesawat akan ditemukan terperangkap di dalamnya.

"Namun misi pencarian hari ini, sekali lagi, bergantung pada cuaca," ujarnya.

Anggota Angkatan Udara Letkol Jhonson Supriadi mengatakan cuaca hari ini cukup kondusif.

"Jarak pandang 6 kilometer, tidak ada awan rendah, angin tenang. Berdasarkan perhitungan atas arus yang kuat ini, setiap hari wilayah operasi akan meluas," ujarnya.​

Peter Marosszeky, peneliti senior bidang penerbangan di University of New South Wales di Sydney, mengatakan cuaca menjadi kendala utama menemukan alat perekam kotak hitam, yang dirancang untuk mengeluarkan bunyi yang dapat dideteksi alat sonar selama sebulan setelah jatuh.

Sembilan kapal dari empat negara telah berkumpul di wilayah tersebut, dengan tim penyelam termasuk tujuh ahli Rusia siap sedia, namun angin kencang dan gelombang setinggi 4mpat meter telah membuat kemajuan lambat.

Para penyelam mencoba mencapai lokasi tersebut Minggu, namun ombak besar mengangkat endapan dan lumpur, membuat jarak pandang nol.

Juga pada Minggu, para anggota keluarga yang kelelahan menyanyi dan menangis di sebuah kapel kecil di Surabaya. Pendeta Philip Mantofa, yang memimpin kebaktian di Gereja Mawar Sharon, tempat lebih dari seperempat korban merupakan jemaat, meminta semua yang berkumpul berserah diri.

"Anakmu sudah ada di tangan Tuhan. Satu hari nanti, keluargamu akan bertemu kembali di surga," ujarnya kepada seorang ayah yang berduka di barisan depan.

Sejauh ini 34 jenazah telah ditemukan, termasuk beberapa yang masih terperangkap di tempat duduk.

XS
SM
MD
LG