Tautan-tautan Akses

Penyakit Anak yang Mematikan Masih Lazim di Haiti

  • Carol Pearson

Seorang anak Haiti menerima vaksinasi di sebuah rumah sakit di Port-au-Prince, Haiti (foto: dok 2010).

Seorang anak Haiti menerima vaksinasi di sebuah rumah sakit di Port-au-Prince, Haiti (foto: dok 2010).

Penyakit seperti campak, difteri, batuk rejan justru semakin marak di Haiti yang diguncang gempa dua tahun lalu.

Sebuah kampanye yang ambisius sedang dilakukan di Haiti untuk memberikan perlindungan yang sama terhadap penyakit anak-anak yang mematikan, yang diderita oleh anak-anak di negara berkembang.

Menteri Urusan Kesehatan dan Layanan Publik Amerika Serikat, Kathleen Sebelius, bersama Direktur Pusat Pencegahan dan Pengawasan Penyakit (CDC) serta layanan internasional lainnya, membantu pemerintah Haiti meluncurkan program ini.

Direktur CDC Dr. Thomas Frieden mengatakan kepada VOA, pemerintah Amerika bekerjasama dengan Haiti dalam isu-isu kesehatan, sebelum gempa bumi dahsyat di negara itu tahun 2010 lalu.

Tetapi, setelah wabah kolera berjangkit beberapa bulan kemudian, beberapa langkah pun ditingkatkan. Sebuah program vaksinasi untuk mencegah kolera sudah berjalan. Dan kini kampanye lainnya telah dimulai, dengan tujuan melindungi bayi dan anak-anak balita dari berbagai penyakit yang mematikan, termasuk campak.

Dr. Frieden mengatakan para petugas kesehatan baru-baru ini melihat adanya peningkatan wabah campak. Mereka prihatin karena mungkin para pendatang yang menularkan campak, yang memang sangat mudah menular. “Haiti tentunya beresiko terjangkit campak jadi salah satu upaya utama adalah memulihkan kekebalan terhadap campak guna melindungi anak-anak di sana," ujar Dr. Frieden.

Bagian program lainnya adalah “vaksin pentavalen," satu perlindungan terhadap penyakit anak-anak balita yaitu difteri, batuk rejan, tetanus, hepatitis-B dan bakteri penyebab penyakit flu tipe B yang dikenal sebagai "Hib."

“Saat ini, Haiti hanya memberi vaksin pada tiga dari penyakit-penyakit tadi. Jadi untuk pertama kali, Haiti akan memberi vaksinasi terhadap penyakit yang diderita anak-anak balita," tutur Dr. Frieden. "Ini tentunya akan mencegah terjadinya ribuan kematian dalam beberapa bulan atau tahun mendatang.”

Dr. Frieden mengatakan vaksin-vaksin lain untuk melindungi penyakit pneumonia dan diare akan segera diperkenalkan sebagai bagian dari upaya ini. “Sangat membahagiakan dan sangat dianjurkan untuk melihat vaksin-vaksin yang bisa menyelamatkan hidup ini dilaksanakan di daerah-daerah miskin dan pinggiran Haiti. Vaksin-vaksin itu tentunya akan melindungi puluhan ribu anak agar tidak jatuh sakit, dan puluhan ribu anak lainnya agar tidak meninggal dalam tahun-tahun mendatang”.

Sebelum kampanye ini dimulai, tingkat vaksinasi anak-anak di Haiti berada di bawah 60 persen. Dr. Frieden mengatakan CDC sedang membantu Haiti memulihkan program vaksinasi rutinnya supaya anak-anak yang dilahirkan nanti memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh sehat.
XS
SM
MD
LG