Tautan-tautan Akses

Penyakit ALS Dapat Dukungan Besar Lewat Media Sosial


Anggota DPRD Boston, Tito Jackson (kiri, berjas), memimpin sekitar 200 orang melakukan tantangan seember air es di alun-alun Copley, Boston (7/8). (AP/Elise Amendola)

Anggota DPRD Boston, Tito Jackson (kiri, berjas), memimpin sekitar 200 orang melakukan tantangan seember air es di alun-alun Copley, Boston (7/8). (AP/Elise Amendola)

Dengan bantuan kampanye video yang menyebar luas di Internet, Asosiasi ALS telah menggalang jutaan dolar dalam hanya beberapa minggu.

Sebuah aksi media sosial yang menyapu Amerika Serikat menarik perhatian dan uang untuk memerangi penyakit syaraf mematikan, Amyotrophic Lateral Sclerosis, atau ALS.

Di Amerika Serikat saja, ada sekitar 15 kasus baru ALS yang didiagnosa setiap hari dan penyakit itu dikenal telah mengambil nyawa pemain bisbol Amerika terkenal, Lou Gehrig, hampir 80 tahun lalu. Oleh karenanya, ALS sering juga disebut Lou Gehrig's Disease.

Untuk melakukan Ice Bucket Challenge, atau tantangan ember air es, seseorang pertama-tama meminta yang lain untuk mengikutinya dan menyiram air es ke kepala. Aksi ini mengumpulkan uang untuk riset terhadap penyakit yang melemahkan ini.

"Saat ini, kami berhasil mengumpulkan sekitar US$15,6 juta," ujar Barbara Newhouse, presiden Asosiasi ALS.

Dengan bantuan kampanye video yang tersebar luas di Internet, asosiasi tersebut telah mengumpulkan jutaan dolar hanya dalam beberapa minggu, yang berarti bahwa lembaga itu dapat mendanai lebih banyak riset dan membantu lebih banyak keluarga yang terimbas penyakit tersebut.

"Ayah saya didiagnosa dengan penyakit Lou Gehrig November lalu. Penyakit itu dengan segera mengoyak sistem tubuhnya dengan kecepatan sangat tinggi sehingga tubuhnya melemah dengan sangat cepat, dan pada 27 April ia meninggal dunia," ujar Matt Lewis, seorang putra korban ALS.

Beberapa bulan kemudian, kampanye ember air es mengemuka. Kawan-kawannya menantangnya, dan ia melakukannya. Dalam beberapa jam pertama setelah ia mengunggah videonya, ia berhasil mengumpulkan lebih dari $2.000.

Newhouse mengatakan media sosial telah mengubah cara lembaga-lembaga nirlaba melakukan usaha.

"Apa yang kita lihat dengan Ice Bucket Challenge... barangkali akan membawa perubahan besar bagi kita semua di dunia penggalangan dana," ujarnya.

Nikki Usher, asisten profesor di George Washington University sepakat.

"Jika Anda ingin menjadi pemain dalam arena penggalangan dana dan menjangkau orang-orang yang belum pernah dijangkau sebelumnya, Anda harus menjangkau orang-orang yang tidak terhubung dengan Anda secara langsung. Dan salah satu caranya adalah melalui media sosial," ujar Usher.

Newhouse mengatakan bahwa tantangannya sekarang adalah untuk mendistribusikan secara pantas jutaan dolar yang telah dikumpulkan sejauh ini. Hal tersebut memberikan harapan bagi orang-orang seperti Matt Lewis.

"Tantangan ini telah meningkatkan banyak kesadaran dan uang dan saya harap, hal itu terus berlangsung," ujarnya.

Video-video tantangan ini menyebar, dan menampilkan selebriti-selebriti yang memanggil orang-orang mulai dari teman-temannya sampai Presiden Barack Obama, untuk melakukan hal serupa. Meski ada video-video yang aneh, namun ini adalah cara yang menyenangkan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai sebuah penyakit. Dan untuk beberapa orang hal ini berarti ada harapan untuk masa depan dan kesembuhan.

XS
SM
MD
LG