Tautan-tautan Akses

Penulis Selandia Baru Eleanor Catton Raih Booker Prize


Penulis Selandia baru Eleanor Catton, pemenang Man Booker Prize 2013, saat menerima penghargaan di London (15/10). (Reuters/Olivia Harris)

Penulis Selandia baru Eleanor Catton, pemenang Man Booker Prize 2013, saat menerima penghargaan di London (15/10). (Reuters/Olivia Harris)

Catton, 28, merupakan penulis termuda dan orang Selandia Baru kedua yang meraih penghargaan bergengsi di bidang literatur tersebut.

Penulis Eleanor Catton, 28, meraih penghargaan bergengsi Inggris Man Booker Prize untuk fiksi, Selasa (15/10), untuk novelnya “The Luminaries,” sebuah misteri pembunuhan dengan latar belakang perburuan emas di Selandia Baru pada abad 19.

Catton merupakan penulis termuda dan orang Selandia Baru kedua yang meraih penghargaan bergengsi tersebut, dan novel setebal 848 halaman tersebut merupakan buku terpanjang sepanjang sejarah pemenang Booker.

“Saya harus membeli tas baru karena buku saya tidak muat di tas lama,” canda Catton pada jurnalis.

Ketua dewan juri, penulis kisah perjalanan Robert Macfarlane menggambarkan novel kedua Catton tersebut sebagai memesona dan sangat cerdas.

“’The Luminaries’ adalah novel yang sangat hebat, memiliki kompleksitas struktural yang mengagumkan, penuturan yang membuat ketagihan, dan magis dalam mewujudkan dunia yang dipenuhi keserakahan dan emas,” ujarnya.

“Novel ini tebal namun tidak bertele-tele dan terjalin dengan indah. Eksperimental namun tidak mengabaikan nilai-nilai tradisional penceritaan.”

Selain Catton, lima finalis lain adalah novelis Inggris Jim Crace, untuk bukunya “The Harvest”; penulis Irlandia Colm Toibin; penulis India Amerika Jhumpa Lahiri, penulis Zimbabe NoViolet Bulawayo dan penulis Kanada Ruth Ozeki.

Catton menerima piala sekaligus cek 50.000 poundsterling (sekitar Rp 905 juta) dari istri Pangeran Charles Camilla Duchess of Cornwall, dalam sebuah acara makan malam di London.

"The Luminaries" mengisahkan seorang pria bernama Walter Moody yang datang ke Selandia Baru pada 1866 dan tenggelam dalam minuman keras, dunia mistis dan penipuan.

Catton berusia 25 saat mulai menulis novel ini dan berusia 27 tahun saat menyelesaikannya. Kemenangan ini akan mendongkrak profil, publisitas dan penjualan bukunya, serta memasukkannya dalam daftar pemenang bersama penulis-penulis ternama lainnya seperti V.S. Naipaul, Margaret Atwood, Julian Barnes dan Hilary Mantel.

Pemenang dari Selandia Baru sebelumnya adalah Keri Hulme pada 1985 lewat bukunya “The Bone People.” (AP/Reuters)
XS
SM
MD
LG