Tautan-tautan Akses

Pentas Wayang Wahyu di Solo Sebarkan Pesan Natal

  • Yudha Satriawan

Pentas wayang wahyu menjelang Natal di Solo (14/12). (VOA/Yudha Satriawan)

Pentas wayang wahyu menjelang Natal di Solo (14/12). (VOA/Yudha Satriawan)

Lewat tokoh-tokoh dan cerita Alkitab, pergelaran wayang wahyu mengajak masyarakat mengingat esensi hidup yaitu kasih dan kebaikan.

Wayang tak selalu identik dengan tokoh raja, ksatria atau begawan, namun bisa juga mengangkat tokoh dan pesan moral dari kitab suci, seperti yang dilakukan dalam pentas wayang wahyu di Solo, Jawa Tengah.

Seorang dalang berbusana adat Jawa siap menggelar pentas wayang di Balai Soejatmoko Solo, Sabtu malam (14/12). Namun deretan wayang yang tertata di layar kain terlihat berbeda, ada tokoh Yesus yang disalib, dan tokoh-tokoh Kristiani lainnya. Sementara itu, iringan musik masih berasal dari gamelan.

Dalang Blacius Subono mengatakan pentas wayang yang dimainkannya adalah wayang wahyu, wayang khas umat Kristen dan Katolik. Menurut Subono, alur cerita wayang wahyu yang dipentaskan kali ini sesuai dengan ajaran Injil.

“Cerita diambil dari kitab suci Injil, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kemudian figur atau tokoh wayangnya juga sama dari tokoh di Injil, beragam tokoh, antara lain tokoh sentral, Yesus. Wayang yang ada sekarang kan cenderung kurang mengangkat nilai rohani yang saat ini hampir dilupakan semua orang,” ujarnya.

Wayang wahyu diciptakan oleh pemuka agama Katolik pada 1960 silam. Awalnya wayang wahyu masih menggunakan wayang purwa namun dengan alur cerita isi Injil. Dalam perkembangannya, wayang wahyu dibuat dalam karakter tokoh sendiri sesuai penggambaran di kitab suci tersebut.

Dalang wayang wahyu lainnya yang juga tokoh agama Katolik, Bruder Frans Sugi mengatakan, wayang wahyu menjadi media penyebaran ajaran agama, khususnya Kristen dan Katolik. Menjelang Natal ini, tambah Frans Sugi, pentas wayang wahyu memiliki pesan moral bagi umatnya.

“Pesan natal yang disampaikan dalam pentas wayang wahyu yaitu Kasih, wujud konkret itu tentang keadilan, kejujuran, kesetiaan, keberanian, perjuangan, dan sebagainya. Meski ini adalah nilai-nilai ajaran gereja Katolik, namun seringkali pesan moral ini tidak hanya monopoli milik gereja tetapi juga bagi umat agama dan kepercayaan apa pun.. yang akan menjadikan hidup masyarakat lebih damai, bertoleransi, dan itu nilai-nilai universal. Kita mengingatkan masyarakat esensi hidup melalui media wayang ini,” ujarnya.
XS
SM
MD
LG