Tautan-tautan Akses

Pentagon: Jaringan Haqqani di Balik Serangan 18 Jam di Afghanistan


Seorang polisi Afghanistan melintasi bangunan yang digunakan sebagai basis pertahanan militan dalam serangan 18 jam di Kabul (16/4).

Seorang polisi Afghanistan melintasi bangunan yang digunakan sebagai basis pertahanan militan dalam serangan 18 jam di Kabul (16/4).

Pentagon mengatakan jaringan militan Haqqani, yang berbasis di Pakistan, kemungkinan berada di belakang serangkaian serangan terkoordinasi yang terjadi di Afghanistan.

Pertempuran selama hampir 18 jam di ibukota dan tiga propinsi berakhir Senin dini hari setelah tentara Afghanistan didukung helikopter NATO menyerang sebuah gedung di Kabul, tempat persembunyian sejumlah militan yang terus bertahan. Saksi-saksi mata mengatakan melihat granat-granat roket menggempur gedung itu berulang kali sebelum subuh.

Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi baik Menteri Dalam Negeri Afghanistan Besmillah Mohammadi dan Pentagon menyalahkan jaringan Haqqani yang terkait al-Qaida. Mereka disebut beroperasi dari tempat-tempat yang aman bagi mereka di kawasan kesukuan Waziristan Utara di Pakistan.

Di Washington, jurubicara Pentagon George Little memberitahu para wartawan serangan itu memang sudah diduga karena sekarang ini adalah awal ofensif musim semi Taliban. Ia mengatakan Pentagon akan menyelidiki kemungkinan kegagalan intelijen.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan berbagai serangan itu adalah “kegagalan intelijen oleh kami dan terutama NATO” dan ia menuntut penyelidikan penuh. Dalam rapat Kabinet di Kabul, ia memuji keberanian dan kemampuan pasukan keamanan Afghanistan untuk membela negara.

Komandan tertinggi Amerika dan NATO di Afghanistan, Jendral John Allen, sependapat dan memuji tanggapan Afghanistan yang cepat dan terkoordinasi baik atas serangan itu. Menurut para pemimpin NATO dan Amerika serangan itu tidak akan mempengaruhi rencana penarikan pasukan asing dari negara itu dan pengalihan wewenang keamanan kepada pasukan setempat.

Kantor kepresidenan mengatakan empat warga sipil dan 11 personil keamanan Afghanistan tewas dalam sejumlah serangan itu. Pihak berwenang menangkap satu pemberontak dan menewaskan 36 lainnya dalam bentrokan yang dimulai hari Minggu.
XS
SM
MD
LG