Tautan-tautan Akses

Pensiun Bulutangkis di Indonesia, Halim Haryanto Melatih di AS


Halim Haryanto, mantan pemain bulutangkis yang sempat mengharumkan nama Indonesia di kelas pasangan ganda kini menjadi pelatih di San Francisco, Amerika.

Masih ingat dengan Halim Haryanto? Ia adalah mantan pemain bulutangkis ganda Indonesia pada tahun 1994 hingga 2004 dengan segudang prestasi.

Halim adalah juara “All England” tahun 2001, berpasangan dengan Tony Gunawan, serta juara dunia tahun 2004, berpasangan dengan Sigit Budiarto.

Kini Halim menetap di Amerika Serikat dan menjadi pelatih di klub “East Bay Badminton,” Emerville, San Francisco Bay Area.

“Saya terakhir bermain tahun 2004, saya tidak masuk Olympics, saya berhenti. Karena sesudah Olympics itu, saya ada tawaran datang ke (Amerika), jadi saya pikir ya udahlah kasih kesempatan sama yang muda-muda di sana (Indonesia), jadi saya pindah ke sini,” ujar Halim.

Amerika menjadi pilihan Halim saat memutuskan pensiun dari dunia bulutangkis Indonesia karena adanya tawaran melatih dan kesempatan melanjutkan sekolah.

“Seperti sekarang banyak dilihat, banyak teman-teman saya melatih di luar (negeri), mungkin ya mereka pikir kesempatannya lebih bagus di luar. Seperti saya, saya juga harus pikirin saya punya keluarga, kalau saya gak bisa buat apa-apa di Indonesia, ya saya harus cari jalan yang lain,” tambahnya lagi.

Di klub bulutangkis yang didirikan bersama mitranya, mantan pemain bulutangkis China, Halim melatih 40 pemain usia anak-anak hingga remaja. Halim banyak melatih anak-anak usia di bawah 13 tahun dengan harapan dapat membuat olahraga ini lebih populer di Amerika.

“Saya lihat di sini anak-anak punya potensi, tapi sekarang ini masalahnya kebanyakan anak-anak di sini selesai high school, mereka ya sudah, berhenti. Bulutangkis di sini seperti untuk olahraga saja, kalau bisa bagus, bagus, kalau bisa jadi juara nasional, resumenya jadi bagus untuk bisa masuk college,” kata Halim.

Anak didik Halim juga mengakui fakta ini.

“Saya bermain bulutangkis untuk bersenang-senang saja, jadi saya suka’” kata Rowan Russel, salah satu anggota klub East Bay Badminton.

Anggota lainnya, Calvin Dai, mengatakan, “Saya bermain bola basket, dan bagi saya bulutangkis lebih menyenangkan, tidak ada kontak fisik dan lebih gampang untuk olahraga.”

Namun Halim tetap serius melatih muridnya. Bapak dua putri ini tak hanya mengajarkan keahlian bermain bulutangkis tapi juga disiplin, tanggungjawab dan pembentukan karakter yang kelak dapat menjadi bekal bermanfaat bagi mereka.

“Saya bukan hanya coaching mereka untuk jadi pemain, tapi supaya mereka bisa jadi seseorang,” kata Halim.

XS
SM
MD
LG