Tautan-tautan Akses

AS

Penjualan Ritel AS Meningkat


Penjualan ritel AS meningkat besar pada bulan November dipicu oleh 'Black Friday' pada musim liburan Thanksgiving lalu (foto: ilustrasi).

Penjualan ritel AS meningkat besar pada bulan November dipicu oleh 'Black Friday' pada musim liburan Thanksgiving lalu (foto: ilustrasi).

Penjualan ritel AS meningkat besar pada bulan November, pertanda bahwa perekonomian Amerika menguat.

Penjualan eceran Amerika naik mantap bulan November sementara orang Amerika membeli mobil dan barang-barang lain, pertanda ekonomi Amerika kini menguat.

Laporan hari Kamis dari Departemen Perdagangan Amerika mengatakan penjualan eceran meningkat 0,7 persen bulan November, kenaikan terbesar dalam lima bulan. Kalangan ekonom dan investor mengamati cermat penjualan eceran karena permintaan konsumen menggerakkan sebagian besar aktivitas perekonomian Amerika.

Data positif itu keluar sementara para pejabat senior bank sentral Amerika hendak memutuskan seberapa cepat memangkas upaya untuk menstimulasi ekonomi Amerika. Federal Reserve terus membeli obligasi sebesar 85 miliar dollar per bulan guna menstimulasi ekonomi dengan menurunkan suku bunga jangka panjang.

Para pejabat Fed mengatakan mereka juga secara cermat memantau pasar lowongan kerja, termasuk laporan Departemen Perburuhan Amerika hari Kamis yang menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan permintaan tunjangan pengangguran naik tajam menjadi 368.000.

Meski jumlah klaim pengangguran naik minggu ini, pengukur yang lebih luas yaitu angka pengangguran turun 0,3 persen ke level 7 persen minggu lalu yang terendah dalam lima tahun.

Beralih ke Eropa, output perindustrian di blok pengguna mata uang euro di Eropa melorot– bukti baru pemulihan ekonomi di kawasan itu mungkin mandeg.

Uni Eropa melaporkan output perindustrian secara tidak terduga turun 1,1 persen Oktober setelah turun tipis September. Kekuatan perindustrian bulan Oktober turun di dua negara terbesar di zona euro, Jerman dan Perancis, dan menguat hanya di dua negara ke-17 anggota blok itu yaitu Italia dan Estonia.

Zona euro masih kepayahan dalam memperoleh kembali kekuatan perekonomiannya setelah keluar dari 18 bulan resesi awal tahun ini. Ekonomi zona euro, yang secara kolektif adalah terbesar di dunia, tumbuh 0,3 persen periode April-Juni tetapi hanya 0,1 persen dalam tiga bulan yang berakhir September.

Perusahaan jasa keuangan Standard & Poor’s memprediksi bahwa untuk keseluruhan 2013, ekonomi zona euro akan melemah 0,6 persen tetapi akan tumbuh hampir 1 persen tahun depan.

Sementara itu di Asia, Kabinet Jepang menyetujui paket stimulus 53 miliar dollar guna membantu mengimbangi dampak kenaikan pajak penjualan nasional mendatang.

Langkah pengeluaran stimulus yang disahkan hari Kamis itu adalah bagian dari anggaran pelengkap untuk tahun fiskal Jepang saat ini.

Paket itu, yang harus mendapat persetujuan parlemen, bertujuan menciptakan 250.000 lowongan kerja. Paket tersebut mencakup langkah-langkah untuk memacu pengeluaran di bidang konstruksi dan membantu rumah tangga berpenghasilan rendah.

Bulan April, Jepang akan menaikkan pajak penjualan konsumennya dari 5 persen ke 8 persen untuk membantu mendanai naiknya ongkos jaminan sosial dan mengatasi salah satu utang nasional terbesar di salah satu negara perindustrian dunia.

Tetapi meski kenaikan pajak yang kontroversial itu akan menghasilkan kira-kira 81 miliar dollar per tahun, sebagian pihak khawatir proposal itu akan merugikan permintaan konsumen dan pertumbuhan ekonomi Jepang yang masih rapuh.

Pengeluaran stimulus besar-besaran adalah bagian penting dari rencana ekonomi Perdana Menteri Shinzo Abe, yang dikenal sebagai Abenomics. Rencana Abe itu juga melibatkan upaya agresif untuk meningkatkan jumlah peredaran uang dalam ekonomi Jepang guna membantu mengatasi harga konsumen yang terus turun, dan berbagai reformasi lainnya dalam sistem perekonomian negara itu.
XS
SM
MD
LG