Tautan-tautan Akses

Ekonomi Lesu, Penjualan Mobil di India Turun Tahun Ini


Penjualan mobil di pasar otomotif yang pertumbuhannya kedua tercepat di dunia itu diperkirakan turun untuk pertama kalinya tahun ini sejak tahun 2003 (foto: dok).

Penjualan mobil di pasar otomotif yang pertumbuhannya kedua tercepat di dunia itu diperkirakan turun untuk pertama kalinya tahun ini sejak tahun 2003 (foto: dok).

Merosotnya ekonomi India berdampak negatif pada industri otomotif yang pernah menjadi contoh utama bagi perusahaan-perusahaan dunia yang berupaya memperbesar bisnis.

Warga New Delhi Rajesh Kumar tidak bisa lagi menunggu saat yang lebih tepat untuk mengganti mobil Hyundai Santro yang sudah dimilikinya selama 10 tahun. Ia mengatakan, “Harganya tidak mahal, orang-orang yang melayani penjualan mobil juga baik. Saya akan membeli mobil baru bulan ini sesuai dengan perayaan hari Navatri.”

Bagi mereka yang ingin membeli mobil baru di India, saat ini mungkin merupakan waktu yang tepat untuk melakukannya, karena para pedagang mobil menawarkan potongan harga agar orang datang membeli.

Penjualan mobil di pasar otomotif yang pertumbuhannya kedua tercepat di dunia itu diperkirakan turun untuk pertama kalinya sejak tahun 2003.

Asosiasi Manufaktur Otomotif India mengatakan industri otomotif tidak akan mencapai sasaran pertumbuhan tahun ini, dan menyatakan penjualan mobil turun 12 persen bulan Januari dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sharad Mehra memiliki empat toko mobil di New Delhi dan sekitarnya, termasuk ruang pamer Hyundai di Gurgaon. Ia mengatakan pasar yang lesu memaksa pegawainya bekerja lebih keras untuk meyakinkan pembeli. “Dulu, biasanya kami hanya duduk di ruang pamer mobil dan menunggu pembeli datang. Tetapi, sekarang kami harus ke luar menjangkau pembeli. Pembeli menelepon dan kami yang mendatangi mereka,” paparnya.

Rajiv Kumar, yang bekerja pada Pusat Penelitian Kebijakan, mengatakan, penurunan besar penjualan mobil mencerminkan kekecewaan dan keputusasaan orang-orang yang paling terimbas oleh kemerosotan ekonomi India.

Ia mengatakan, orang merasa lebih sulit membeli barang-barang yang diidamkan, termasuk keinginan menukar sepeda motor dengan mobil. “Jika penjualan mobil naik, itu artinya kemampuan kelas menengah meningkat karena mereka bisa meraih apa yang diidamkan. Sekarang, hal itu tidak terjadi,” ujarnya.

Perusahaan-perusahaan mobil besar asing, seperti Ford, Suzuki, dan Hyundai, telah berinvestasi miliaran dolar untuk mendirikan paberik-paberik mereka di India, namun sekarang harus memperhitungkan kembali model-model perkembangan bisnis mereka. (Aru Pande)
XS
SM
MD
LG