Tautan-tautan Akses

Penjualan Karcis Bioskop Melonjak di China


Master Po Ping pada pemutaran perdana 'Kung Fu Panda 3' di TCL Chinese Theater, Sabtu, 16 Januari 2016.

Master Po Ping pada pemutaran perdana 'Kung Fu Panda 3' di TCL Chinese Theater, Sabtu, 16 Januari 2016.

Keberhasilan film Kung Fu Panda 3 menegaskan kembali pentingnya penjualan tiket di China bagi Hollywood, yang semakin banyak menggunakan cerita dan karakter China sebagai daya penarik untuk pasar di sana.

Pada hari pembukaannya, film ini meraup lebih dari $ 16 juta, dan pada akhir minggu kedua, penjualan karcis naik menjadi lebih dari $ 101 juta. Penonton berbondong-bondong ke bioskop pada hari raya Imlek, ketika penjualan tiket mencapai $ 100 juta lebih.

Paul Dergarabedian, Media Analyst Senior ComScore, mengatakan, “Banyak studio dan pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis hiburan berusaha menyesuaikan diri dengan China, dengan perusahaan China, dengan kemitraan strategis atau membuka studio di China. Jadi strategi multi-level ini saya rasa adalah cara terbaik untuk bermitra dengan China karena itu sangat penting bagi pasar film.”

China adalah pasar film terbesar kedua di dunia, dan diperkirakan akan menggantikan AS sebagai pasar film terbesar dalam waktu satu tahun. Penjualan karcis bioskop di China tahun lalu mencapai $ 6,68 miliar, naik 48,7 persen dari tahun sebelumnya.

Alur cerita dan karakter yang akrab dengan penonton adalah salah satu alasan kesuksesan itu, demikian menurut Yifan Li, 18 tahun. "Sebagai orang Tionghoa film itu rasanya lebih akrab, saya merasa saya bisa melihat banyak unsur yang sangat dekat dengan saya," katanya.

Studio film Dreamworks membuat dua versi Kung Fu Panda 3 untuk penonton China; satu dengan sulih suara dan satu lagi dengan animasi yang diubah agar lebih sesuai dengan versi bahasa China. Di Amerika Serikat, tujuh bioskop menayangkan film itu dalam bahasa Mandarin dan Inggris.

Rilis global Kung Fu Panda 3 juga waktunya tepat sebelum Imlek ketika penjualan karcis bioskop melambung di China.

Bahkan tanpa unsur China, siswa SMA Jiaxuan Zhao mengatakan dia masih akan menjadi penggemar film itu. "Bagi saya," kata Jiaxuan, "Saya masih berpikir film itu akan berhasil walaupun sesuatu yang lain. Saya masih akan suka film tanpa unsur China."

Kung Fu Panda 3 adalah hasil produksi bersama Dreamworks Animation dan perusahaan Shanghai Oriental Dreamworks. Dengan kerja sama ini, film tersebut digolongkan film produksi lokal dan bisa menghindari pembatasan yang diberlakukan bagi film impor, seperti masa tayang 30 hari.

Kung Fu Panda 3 juga mendapat izin tayang di bioskop selama hari raya Imlek, ketika sebagian besar film asing dilarang diputar di China.

Beberapa studio Hollywood lainnya telah bermitra dengan rumah produksi China, dan tahun lalu konglomerat China Wanda Group membeli saham mayoritas Legendary Entertainment, menjanjikan kolaborasi lebih lanjut.

"Saya rasa apa yang mungkin kita lihat lebih banyak adalah film berjudul China, yang mungkin sangat laris di China, tetapi kurang laku di Amerika Utara, karena kita sekarang melihat bagaimana film-film Amerika disesuaikan untuk pasar China. Saya rasa kita akan mulai melihat film China disesuaikan untuk pasar Amerika,” kata Dergarabedian.

Tahun ini, filmThe Great Wall akan menampilkan bintang Amerika Matt Damon dan bintang Hong Kong Andy Lau sebagai aktor utama. Film ini juga akan diarahkan sutradara China, yang menggarap film berbahasa Inggris pertamanya. [as]

XS
SM
MD
LG