Tautan-tautan Akses

Militer Ukraina Siaga Tempur Hadapi Kemungkinan Invasi Rusia


Pasukan militan bersenjata pro-Rusia berjaga di dekat barikade di wilayah Slovyansk, Ukraina (30/4). Penjabat presiden Ukraina Oleksandr Turchynov menyatakan militer negara itu dalam kondisi siaga tempur penuh menghadapi kemungkinan invasi oleh pasukan Rusia yang berkumpul perbatasan.

Pasukan militan bersenjata pro-Rusia berjaga di dekat barikade di wilayah Slovyansk, Ukraina (30/4). Penjabat presiden Ukraina Oleksandr Turchynov menyatakan militer negara itu dalam kondisi siaga tempur penuh menghadapi kemungkinan invasi oleh pasukan Rusia yang berkumpul perbatasan.

Pemberontak bersenjata pro-Rusia merebut gedung balai kota di Horlivka, kota berpenduduk 260 ribu orang, Rabu pagi (30/4).

Penjabat presiden Ukraina Oleksandr Turchynov menyatakan militer negara itu dalam kondisi siaga tempur penuh menghadapi kemungkinan invasi oleh pasukan Rusia yang berkumpul perbatasan.

Turchynov mengatakan dalam rapat kabinet di Kyiv hari Rabu (30/4) bahwa ada ancaman nyata Rusia memulai perang terhadap Ukraina daratan.

Pernyataan itu dikemukakan sementara orang-orang bersenjata pro-Rusia merebut sebuah gedung pemerintah lainnya di Ukraina Timur. Pemberontak bersenjata pro-Rusia merebut gedung balai kota di Horlivka, kota berpenduduk 260 ribu orang, Rabu pagi (30/4). Polisi menyatakan pemberontak juga telah mengambil alih departemen kepolisian regional di Horlivka.

Ratusan separatis pro-Rusia menyerbu lebih banyak lagi gedung pemerintah Ukraina di dekat perbatasan Rusia awal pekan ini, dengan merebut kantor jaksa di Luhansk dan menguasai ibukota provinsi, Donetsk.

Pemberontak pro-Moskow di Donetsk telah menetapkan referendum mengenai pemisahan wilayah itu dari Ukraina pada 11 Mei. Referendum serupa bulan lalu mendorong aneksasi Rusia terhadap Semenanjung Krimea.
XS
SM
MD
LG