Tautan-tautan Akses

Milyarder real estate Donald Trump menarik perhatian baru atas pandangannya mengenai aborsi, NATO, senjata nuklir dan perlakuannya terhadap wanita sementara para penantang politiknya berusaha menyaingi kontestan terkuat capres dari partai Republik itu.

Para analis politik berpendapat peningkatan pendukungnya yang di luar dugaan untuk menjadi calon presiden telah melamban sementara para anggota Partai Republik dan lainnya mulai mempertanyakan pandangannya dan mengatakan bahwa peluangnya suram untuk memenangkan pemilihan presiden bulan November dalam menghadapi kemungkinan saingannya dari partai Demokrat, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

Dalam beberapa hari ini, media-media berita utama melaporkan Trump akan menjadi calon yang mempunyai angka dukungan nasional yang paling buruk yang memenangkan nominasi capres dari partai utama dalam 30 tahun ini dan survei politik menunjukkannya kalah besar dalam pemilihan presiden untuk menggantikan Presiden Barack Obama, ketika masa jabatannya habis bulan Januari mendatang.

Trump, yang tidak pernah memegang jabatan melalui pemilihan, unggul signifikan dalam perolehan delegasi untuk konvensi nasional partai Republik bulan Juli, saat partai itu akan memilih calon presiden tahun 2016. Tetapi ada kemungkinan Trump tidak memenangkan mayoritas delegasi sebelum awal konvensi, yang mengharuskan pemungutan suara yang kedua atau bahkan lebih.

Trump hari Selasa akan menghadapi pemilih di Wisconsin, negara bagian berikut yang akan mengadakan pemilihan pendahuluan. Survei-survei politik di negara bagian di utara Amerika itu menunjukkan penantang terdekat Trump, Senator dari Texas Ted Cruz, mengunggulinya memperebutkan 42 delegasi untuk konvensi nasional. [gp]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG