Tautan-tautan Akses

Penindakan Keras di Kamboja Perkuat Tekad Diaspora Khmer


Ketua partai oposisi Kamboja (CNRP), Sam Rainsy, disambut oleh para pendukungnya saat tiba di bandara internasional Phnom Penh, Kamboja, 19 Juli 2014 (Foto: dok).

Ketua partai oposisi Kamboja (CNRP), Sam Rainsy, disambut oleh para pendukungnya saat tiba di bandara internasional Phnom Penh, Kamboja, 19 Juli 2014 (Foto: dok).

Diaspora Khmer di Australia biasanya memberi dukungan yang menjanjikan bagi oposisi, yang membentuk CNRP menjelang pemilu 2013, dengan bergabungnya Partai Sam Rainsy dan Partai HAM pimpinan Kem Sokha, yang sekarang menjadi wakil ketua oposisi.

Pembunuhan terhadap analis independen Kem Ley dan penindakan keras yang meluas terhadap pembangkang di Kamboja telah memperkeras sikap menentang Perdana Menteri Hun Sen di kalangan diaspora Khmer yang tinggal di Australia dan Amerika Serikat.

Namun, para tokoh di komunitas tersebut memperingatkan bahwa kekecewaan terhadap Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang telah lama berkuasa tidak akan otomatis membuahkan dukungan lebih jauh bagi pemimpin oposisi Sam Rainsy, yang sekarang tinggal mengasingkan diri di Perancis.

Di Australia, Hong Lim, anggota terkemuka di parlemen negara bagian Victoria dan komunitas ekspatriat Khmer, telah membatalkan dukungannya bagi Sam Rainsy, ketua Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP). Ia mengatakan kinerja tokoh oposisi tersebut, setelah kalah dalam empat pemilu berturut-turut, dan kurangnya konsultasi dengan diaspora di Australia telah merugikan Sam Rainsy sendiri.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen (Foto: dok).

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen (Foto: dok).

Mengacu pada Sam Rainsy, ia mengatakan, masyarakat kehilangan kepercayaan terhadapnya karena tokoh oposisi itu telah mengkhianati komunitasnya. Sam Rainsy tidak pernah berkonsultasi dengan warga Khmer, ia hanya datang dan berlalu, dan cara tersebut tidak efektif lagi, ujar Hong Lim.

Diaspora Khmer di Australia biasanya memberi dukungan yang menjanjikan bagi oposisi, yang membentuk CNRP menjelang pemilu 2013, dengan bergabungnya Partai Sam Rainsy dan Partai HAM pimpinan Kem Sokha, yang sekarang menjadi wakil ketua oposisi.

Sam Rainsy menolak kembali ke Kamboja awal tahun ini setelah ia diancam akan dipenjarakan atas tuduhan pencemaran nama baik. Kem Sokha juga menghadapi kemungkinan dipenjarakan atas masalah serupa dan Hong Lim menambahkan CNRP telah gagal memajukan tokoh muda dari dalam partai itu sendiri.

Hong Lim menyatakan CNRP tidak memiliki rencana mengenai suksesi dan mengajukan pemimpin-pemimpin baru merupakan masalah besar yang dihadapi CNRP menjelang pemilihan di tingkat daerah tahun depan dan pemilihan umum pada Juli 2018. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG