Tautan-tautan Akses

Pengusaha Inggris Sangkal Tuduhan Perintahkan Bunuh Isterinya


Pengusaha Inggris Shrien Dewani, yang dituduh memerintahkan pembunuhan isterinya Anni Dewani, hadir dalam pengadilan di Cape Town, Afrika Selatan (6/10).

Pengusaha Inggris Shrien Dewani, yang dituduh memerintahkan pembunuhan isterinya Anni Dewani, hadir dalam pengadilan di Cape Town, Afrika Selatan (6/10).

Seorang pria Inggris yang dituduh memerintahkan pembunuhan isterinya ketika mereka berbulan madu di Afrika Selatan mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan jaksa.

Seorang pengusaha Inggris keturunan India, Shrien Dewani (34 tahun) menyampaikan pengakuan tidak bersalah itu di pengadilan negeri Cape Town hari Senin (6/10).

Ia mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan setelah jaksa membacakan dakwaan yang mencakup pembunuhan, penculikan dan perampokan dengan berbagai kondisi yang memberatkan.

Shrien Dewani membantah bahwa dia telah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh isterinya, ketika mereka berbulan madu di Afrika Selatan. Anni Dewani ditembak mati di Cape Town bulan November 2010, hanya beberapa hari setelah pernikahan pasangan itu di India.

Jaksa menuduh Dewani membayar warga Cape Town Zola Tongo, Mziwamadoda Qwabe dan Xolile Mngeni untuk membunuh isterinya. Ketiga laki-laki itu kini menjalani hukuman penjara di Afrika Selatan sehubungan dengan pembunuhan itu.

Dewani mengaku dia dan istrinya diculik dengan ancaman todongan senjata, dan dalam kejadian itu dia dibebaskan tanpa cedera, sedangkan istrinya ditembak di leher dan meninggal.

Jika terbukti bersalah, Dewani bisa menghadapi hukuman 25 tahun penjara.

XS
SM
MD
LG