Tautan-tautan Akses

AS

Pengusaha dan Karyawan AS Setujui Kesepakatan Imigrasi


Pro dan kontra terkait imigrasi saat berlangsungnya Gerakan Puente menentang deportasi, pemisahan keluaraga dan kekerasan di tempat kerja di Phoenix, Arizona, 11 Maret 2013 (Foto: dok). Pengusaha dan karyawan AS telah menyepakati program pekerja tamu, yang melapangkan jalan menuju status kewarganegaraan bagi 11 juta imigran gelap di Amerika.

Pro dan kontra terkait imigrasi saat berlangsungnya Gerakan Puente menentang deportasi, pemisahan keluaraga dan kekerasan di tempat kerja di Phoenix, Arizona, 11 Maret 2013 (Foto: dok). Pengusaha dan karyawan AS telah menyepakati program pekerja tamu, yang melapangkan jalan menuju status kewarganegaraan bagi 11 juta imigran gelap di Amerika.

Berdasarkan kesepakatan perusahaan besar dan karyawan terkait program pekerja tamu berketerampilan rendah, pemerintah Amerika akan mulai memberlakukan program visa W tanggal 1 April 2015 mendatang.

Para pejabat Amerika menyatakan perusahaan besar dan karyawan telah mencapai kesepakatan mengenai program pekerja tamu berketerampilan rendah, yang membuka jalan menuju kewarganegaraan bagi 11 juta imigran gelap.

Berdasarkan kesepakatan itu, program visa W yang baru akan mulai berlaku pada 1 April 2015. Setelah satu tahun, pemegang visa W dapat meminta status penduduk tetap dan mereka akan dapat berganti pekerjaan.

Dalam tahun pertama program ini, 20 ribu visa akan dikeluarkan, membuat jumlah maksimum yang akan diberikan setiap tahun menjadi 200 ribu visa.

Jumlah visa akan berfluktuasi tergantung pada tingkat pengangguran, kesempatan kerja, permintaan pengusaha dan data yang dikumpulkan badan federal baru yang memantau pasar, yaitu Biro Riset Imigrasi dan Pasar Tenaga Kerja.

Para pejabat Gedung Putih menyatakan hari Sabtu bahwa Presiden Barack Obama berbesar hati dengan kemajuan dalam pembicaraan di Senat, sementara Kongres berupaya mencapai rancangan undang-undang imigrasi komprehensif yang disetujui kedua partai.

Reformasi masalah keimigrasian merupakan prioritas dalam masa jabatan kedua sekaligus terakhir presiden, yang akan berakhir pada Januari 2017.
XS
SM
MD
LG