Tautan-tautan Akses

Pengungsi Syiah Sampang Ingin Pemulangan Secara Alami

  • Petrus Riski

Pengungsi Syiah Sampang di rumah susun Jemundo, Kabupaten Sidoarjo belum jelas kapan dapat kembali pulang ke kampung halaman (Foto:VOA/Petrus)

Pengungsi Syiah Sampang di rumah susun Jemundo, Kabupaten Sidoarjo belum jelas kapan dapat kembali pulang ke kampung halaman (Foto:VOA/Petrus)

Rencana pemulangan pengungsi Syiah Sampang dan proses rekonsiliasi antara pihak yang bertikai, nampaknya masih belum menemukan jalan keluar yang terbaik untuk mengakhiri konflik.

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya, Andy Irfan Junaidi mengatakan, penolakan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Sampang terhadap warga Syiah, menjadi salah satu hambatan penyelesaian konflik yang menimpa warga Syiah Sampang. Andy berharap semua pemangku kepentingan di Sampang ikut bertanggungjawab, untuk memulihkan situasi damai di Sampang.

“Ada satu hambatan sosiologis, ada hambatan dari kultural dan situasi kebudayaan masyarakat setempat. Memang bukan polisi saja yang harus mengerjakan proses rekonsiliasi perdamaian. Ada peran pemerintah disana, ada peran tokoh masyarakat juga disana," kata Andy Irfan Junaidi, Koordinator Kontras Surabaya.

"Selama ini Kontras melihat sinergisitas stakeholder, ada polisi, pemerintah dan tokoh masyarakat itu belum cukup efektif di dalam mendorong resolusi konflik. Bahkan pada level perspektif resolusi konflik itu juga belum sepenuhnya kuat dimiliki oleh polisi dan juga stakeholder yang lain,” lanjutnya.

Perwakilan warga pengungsi Syiah Sampang, Iklil Almilal mengatakan, pihaknya tetap menginginkan warga Syiah dapat kembali pulang ke kampung halaman tanpa hambatan maupun intimidasi.

Peran aparat pemerintahan di Sampang yang kurang serius mewujudkan perdamaian, dinilai menjadi penyebab berlarutnya rencana pemulangan warga pengungsi Syiah Sampang dari rumah susun Puspa Agro, Sidoarjo.

“Dari awal memang saya juga menyaranan seperti itu, jadi biarlah mereka dengan alami seperti itu pulang satu persatu, tapi ternyata kenyataan di lapangan, fakta di lapangan tidak seperti itu, bahkan cenderung bahwa seolah-olah walaupun ada teman yang pulang sampai pada hari tidak ada apa-apa, seolah-olah dari pihak aparat yang di sana masih belum aman, malah seperti itu. Jadi menurut saya kealamian itu biarin saja lah, mengalir seperti itu,” jelas Iklil Almilal.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf memastikan tidak melarang warga Syiah Sampang untuk pulang kembali ke kampung halaman, meski secara keamanan pihaknya masih belum dapat menjamin bila warga Syiah memilih pulang dalam waktu dekat.

“Disana situasinya masih belum memungkinkan, kalau mungkin silahkan. Kita akan carikan jalan. Kita sudah skenariokan, kita sudah ada roadmap, tapi ya masalahnya kondisi disana belum memungkinkan. Secara alami saja, kalau memang dia merasa pulang tenang, nyaman ya silahkan, gak usah balik ke situ (pengungsian). Tapi yang penting, sampaikan, lapor, kalau ada apa-apa biar pemerintah tahu,” kata Wagub Jatim, Saifullah Yusuf.

XS
SM
MD
LG