Tautan-tautan Akses

Pengungsi Merapi Capai 360 Ribu Lebih, AS Siap Bantu Pasca Bencana

  • Munarsih Sahana

Gunung Merapi mengeluarkan abu vulkanik ke udara terlihat dari Desa Cangkringan,Yogyakarta 8 November 2010.

Gunung Merapi mengeluarkan abu vulkanik ke udara terlihat dari Desa Cangkringan,Yogyakarta 8 November 2010.

Sebelum terbang ke Seoul, Presiden Obama mengatakan Rabu, AS siap membantu Indonesia pasca bencana sebagaimana diperlukan.

Jumlah korban tewas akibat letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah meningkat menjadi 191 orang Rabu ini. Para pejabat belum mengklarifikasi mengapa jumlah korban tewas meningkat begitu tajam dari perkiraan sebelumnya yang paling sedikit 151 orang.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan Rabu, Amerika akan membantu Indonesia pasca bencana sebagaimana diperlukan. Ia mengeluarkan pernyataan itu sebelum meninggalkan Indonesia untuk terbang ke Korea Selatan, tujuan perjalanan berikut dalam lawatannya ke empat negara Asia.

Obama mengatakan, sementara mempraktikan gotong royong, kekuatan dan keuletan rakyat Indonesia akan membantu negara mengatasi keadaan.

Sudah dua pekan letusan gunung Merapi masih terus berlangsung dengan ancaman awan panas dan material vulkanik lainnya. Sedangkan jumlah pengungsi mencapai 360-ribu lebih dan telah menghabiskan dana sedikitnya 24 miliar rupiah dari pemerintah pusat, belum terhitung dana dari pemerintah daerah kabupaten dan propinsi.

Dalam rapat dengan jajaran Komisi VIII DPR RI di Yogyakarta hari Rabu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral Surono menjelaskan, sejak 3 November hingga sekarang Gunung Merapi meletus secara terus-menerus, dan masih mengancam keselamatan warga.

Menurut Surono, “Status Merapi tetap awas, daerah aman diluar 20 kilometer dari puncak Merapi, letusan Merapi sejak 3 November hingga saat ini aktivitasnya masih tetap tinggi. Dan kami warning sudah pada Dirjen Perhubungan Udara untuk melihat apakah berbahaya atau tidak dari keselamatan penerbangan, system pemantauan kita sudah running well, ada 6 stasiun seismik, dan kami akan memasang infrasonic, dan sekarang sudah mulai berdatangan ahli luar negeri”.

Pengungsi Merapi kini sudah mencapai 360 ribu lebih, sementara situasi Merapi masih dalam status "Awas".

Pengungsi Merapi kini sudah mencapai 360 ribu lebih, sementara situasi Merapi masih dalam status "Awas".

Jumlah pengungsi sampai dengan Rabu malam mencapai 360.000 lebih, untuk wilayah Jawa Tengah tersebar di 8 kabupaten, dan 5 kabupaten di Yogyakarta. Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Syamsul Maarif menyampaikan rincian dana yang sudah dikeluarkan pemerintah pusat.

Syamsul Maarif mengatakan, “ Rekapitulasi pendanaan, Kemsos (kementerian Sosial) telah menyalurkan 10 miliar, KemKes (Kesehatan) telah menyalurkan 3,5 miliar, dalam bentuk barang dan peralatan, Kementerian PU 5,2 miliar dan ESDM 3 miliar. Untuk BNPB 11,5 miliar, dengan dana yang tersedia adalah 40 miliar plus 150 miliar”.

Untuk Jawa Tengah, gubernur Bibit Waluyo mengatakan, dana dari pemerintah propinsi kini tersisa 18-miliar rupiah, kira-kira cukup untuk membiayai kebutuhan dasar sekitar 260.000 pengungsi selama 18 hari kedepan.

Sementara gubernur Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono ke-10 tanpa merinci jumlah dana yang telah dikeluarkan, mengatakan pemerintah daerah akan membutuhkan lebih banyak dana untuk membangun shelter bagi warga dari 3 desa yang rumahnya hancur diterjang awan panas Merapi.

Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, “ Yang diatas di Kinahrejo dan Kepuharjo ya, mungkin 345 (shelter), tapi yang antara 10 dan 20 (kilometer dari puncak Merapi) kan ada rumah-rumah yang hancur juga. Shelter itu (masing-masing) untuk satu keluarga”.

Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Kadir Karding mengatakan, pemerintah seharusnya menganggarkan dana lebih besar untuk penanggulangan bencana di tanah air. Apalagi kondisi Merapi yang tidak menentu akan berakibat masa tanggap darurat lebih lama dan membutuhkan dana lebih banyak.

Menurut Abdul Kadir Karding, “ Kita akan mengundang semua pihak untuk mencari solusi terbaik untuk penanggulangan bencana. Saya tadi sudah mengatakan, saya pribadi mengusulkan supaya ada kementerian penanggulangan bencana karena peta bencana di Indonesia luar biasa, butuh penanganan yang cepat, garis sampai kebawah, dan butuh peralatan yang canggih, dan butuh konsep penanganan yang bagus”.

Hingga Rabu malam, dari jumlah korban tewas akibat letusan Merapi yang mencapai 191 orang, yang paling banyak menjadi korban adalah warga kabupaten Sleman.

XS
SM
MD
LG