Tautan-tautan Akses

Pengusaha Terkait Skandal Korupsi di Filipina Serahkan Diri


Dalam foto yang dirilis oleh Kepolisian Nasional Filipina ini menampilkan foto juru bicara Kepolisian Nasional Dilipina, Reuben Theodore Sindac saat memperlihatkan gambar Janet Lim Napoles, pengusaha kaya yang terlibat skandal korupsi di Manila, Filipina, Kamis (29/8) setelah menyerahkan diri kepada Presiden Benigno Aquino III sehari sebelumnya.

Dalam foto yang dirilis oleh Kepolisian Nasional Filipina ini menampilkan foto juru bicara Kepolisian Nasional Dilipina, Reuben Theodore Sindac saat memperlihatkan gambar Janet Lim Napoles, pengusaha kaya yang terlibat skandal korupsi di Manila, Filipina, Kamis (29/8) setelah menyerahkan diri kepada Presiden Benigno Aquino III sehari sebelumnya.

Pengusaha kaya yang terlibat skandal korupsi, Janet Lim-Napoles, menyerahkan diri kepada Presiden Filipina Benigno Aquino III, tiga hari setelah protes besar di Manila.

Juru bicara presiden Filipina, Edwin Lacierda, mengatakan ia menjemput Janet Lim-Napoles, yang didampingi pengacaranya, Rabu malam di satu pemakaman. Ia lalu dibawa ke istana kepresidenan Malacanang untuk bertemu sebentar dengan Presiden Aquino sebelum diserahkan kepada polisi. Menurut pengacaranya, Napoles mendapat ancaman pembunuhan dan ingin mendapat jaminan akan keselamatannya.

Napoles dituduh secara ilegal menahan mantan pembantu yang menuduhnya mencuri sejumlah besar dana pembangunan pemerintah, berkonspirasi dengan anggota parlemen yang berpengaruh. Ia membantah melakukan kesalahan apapun tetapi diperintahkan ditangkap oleh pemerintah, dan Presiden Aquino menawarkan hadiah 10 juta peso, atau sekitar 2,3 milyar rupiah bagi penangkapannya.

Media Filipina melaporkan gaya hidup mewah Napoles, termasuk dugaan memiliki sejumlah rumah dan kondominium mewah, membuat marah banyak warga Filipina, negara di mana hampir sepertiga dari 97 juta penduduknya hidup dengan sedikit lebih dari sedolar per hari dan sekitar 10 persen penduduk pergi meninggalkan negara itu untuk mencari pekerjaan dan kesempatan yang lebih baik di luar negeri.
XS
SM
MD
LG