Tautan-tautan Akses

Penghormatan Terakhir bagi Gabriel Garcia Marquez


Anak-anak Kolombia bermain musik dengan akordeon di depan museum Gabriel Garcia Marquez (foto: dok).

Anak-anak Kolombia bermain musik dengan akordeon di depan museum Gabriel Garcia Marquez (foto: dok).

Para pengagum mendiang Gabriel Garcia Marquez memberikan penghormatan terakhir kepada penulis kelahiran Kolombia itu di Mexico City.

Para pengagum mendiang Gabriel Garcia Marquez memberikan penghormatan terakhir mereka kepada penulis kelahiran Kolombia itu, dalam sebuah acara untuk menghormatinya, Senin (21/4), di Mexico City.

Ribuan orang berjajar di luar Palace of Fine Arts sebelum mendapat kesempatan melihat guci berisi abu jenazah pemenang Hadiah Nobel itu, sementara satu trio musisi memainkan vallenato, musik rakyat Kolombia. Tempat itu dihiasi mawar kuning, bunga favorit penulis tersebut.

Setelah mendapat kesempatan melihat, Presiden Mexico Enrique Pena Nieto dan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos memberi penghormatan kepada penulis novel klasik Seratus Tahun Kesunyian (One Hundred Years of Solitude).

Setelah acara selesai, massa di luar tempat itu menerbangkan kupu-kupu kertas berwarna kuning, mengacu pada satu sosok dalam novel Seratus Tahun Kesunyian yang selalu diikuti kupu-kupu kuning.

Dikenal oleh kawan dan penggemar sebagai "Gabo", Garcia Marquez adalah penulis Amerika Latin yang paling terkenal dan dicintai, dan buku-bukunya telah terjual puluhan juta kopi.

Penulis produktif yang memulai karirnya sebagai wartawan surat kabar, karya terbesar Garcia Marquez adalah "One Hundred Years of Solitude," sebuah kisah epik dinasti yang seperti mimpi, yang membuatnya meraih Hadiah Nobel untuk Sastra pada tahun 1982.

"Dengan meninggalnya Gabriel Garcia Marquez, dunia telah kehilangan salah satu penulis visioner terbaik, salah satu favorit saya sejak remaja... Para keluarga dan sahabat semoga menemukan ketenangan dari fakta bahwa karya Gabo akan terus hidup sampai bergenerasi kemudian," ujar Presiden AS Barack Obama.
XS
SM
MD
LG