Tautan-tautan Akses

AS

Penghibur dan Politisi Ramaikan Konferensi AIDS

  • Suzanne Presto

Bintang rock Elton John menghadiri Konferensi AIDS di Washington, DC. (Foto: VOA)

Bintang rock Elton John menghadiri Konferensi AIDS di Washington, DC. (Foto: VOA)

Aktivis dan penghibur menyerukan perlawanan terhadap stigma dan mendorong terobosan baru dalam bidang medis.

Ribuan orang berkumpul di pusat konvensi di Washington DC pada Senin (24/7) pada hari kedua Konferensi AIDS Internasional. Selebriti dan diplomat menjadi pusat perhatian dan penggemar serta demonstran berkumpul di area Global Village.

Penyanyi yang hidup dengan HIV, Jamar Rogers, sedang di atas panggung, seperti saat ia menjadi semifinalis pada acara kompetisi penyanyi di televisi Amerika, “The Voice.”

Namun Rogers bukan satu-satunya yang beraksi di panggung Global Village pada konferensi tersebut. Para pemrotes yang menuntut lebih banyak perumahan diperuntukkan untuk orang dengan HIV di Washington DC merangsek ke panggung saat Walikota Vincent Gray berbicara. HIV merupakan epidemi di ibukota AS tersebut.

Jeromy Dunn, penyiar radio dari North Carolina, melihat aktivisme yang terjadi sangat menyegarkan. “Memang seharusnya seperti ini. Kita harus bangkit dan kembali marah,” ujar Dunn.

Dunn, yang hidup dengan HIV dan mengkonsumsi obat antiretroviral, mengatakan bahwa terobosan-terobosan medis telah menghasilkan efek samping yang tidak disengaja dalam 20 tahun terakhir. “Sejak munculnya kombinasi Terapi Antiretrovital Sangat Aktif (Highly Active Antiretroviral Therapy, HAART), bangsa kita telah terlena. Kemarahan dan respon keras seperti inilah yang kita perlukan,” ujarnya.

Sisters of Perpetual Indulgence, organisasi komunitas di San Fransisco, California, melawan keterlenaan itu dengan gaya yang flamboyan dan humor.

Sister Vicious mengenang bagaimana ia mulai mengorganisir program kepedulian terhadap AIDS dan seks yang aman pada 1981.

“Masih ada stigma atas HIV/AIDS, meski tidak sebesar yang kita alami pada awal 1980an. Krisis AIDS keseluruhan telah menjangkau masyarakat global dan menyentuh lebih banyak komunitas di luar komunitas gay laki-laki,” ujarnya.

Bintang rock Elton John mengatakan bahwa stigma membuat perjuangan mengatasi penyebaran infeksi HIV lebih sulit. “Penyakit AIDS disebabkan oleh virus, namun tidak demikian halnya dengan epidemi AIDS. Epidemi AIDS dipicu oleh stigma, kebencian, informasi yang salah, kebodohan dan ketidakpedulian,” ujarnya.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton berjanji bahwa negara tersebut akan terus melanjutkan perjuangan melawan HIV/AIDS.

“Saya ada di sini untuk menjelaskan bahwa Amerika Serikat berkomitmen dan akan terus berkomitment untuk mencapai generasi yang bebas AIDS. Kami tidak akan mundur dan menyerah. Kami akan berjuang mendapatkan sumberdaya untuk mencapai tonggak bersejarah itu,” ujar Clinton.
XS
SM
MD
LG