Tautan-tautan Akses

Penggulingan Presiden Mesir Khawatirkan Pemimpin Berbagai Negara


Presiden Barack Obama bertemu dengan anggota tim keamanan nasionalnya di Gedung Putih untuk membahas situasi terkini di Mesir (3/1).

Presiden Barack Obama bertemu dengan anggota tim keamanan nasionalnya di Gedung Putih untuk membahas situasi terkini di Mesir (3/1).

Presiden Obama mengatakan dirinya prihatin mengenai dan menyerukan agar Mesir, sekutu lama Amerika, kembali pada demokrasi sesegera mungkin.

Presiden Barack Obama telah memerintahkan pemerintahnya untuk meninjau kembali bantuan Amerika untuk Mesir, setelah militer Mesir menggulingkan Presiden Mohamed Morsi yang terpilih secara demokratis.

Dalam sebuah pernyataan, presiden mengatakan ia sangat prihatin mengenai keputusan militer itu dan menyerukan agar Mesir, sekutu lama Amerika, kembali pada demokrasi sesegera mungkin.

Ia juga mendesak militer Mesir untuk menjamin bahwa hak-hak warga sipil terlindungi pada masa transisi.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menggambarkan pergolakan di Mesir sebagai situasi yang bergejolak dan menyerukan agar negara itu kembali ke pemerintahan sipil sesegera mungkin. Ia mengatakan, ia terus mendukung aspirasi rakyat Mesir.

Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan ia sangat prihatin mengenai Mesir. Ia meminta semua pihak untuk menahan diri.Kepala Kebijakan Uni Eropa Catherine Ashton mendesak semua pihak untuk segera kembali ke proses demokrasi.

Turki, sekutu Mesir yang baru-baru ini kesulitan menghadapi demonstrasi anti-pemerintahnya sendiri, mengungkapkan keprihatinan. Pada konperensi pers, Kamis, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan, penggulingan Morsi oleh militer tidak dapat diterima dan sangat memprihatinkan.

Di Tunisia, tempat kelahiran pergolakan Arab, partai Islamis yang berkuasa, Ennahda, mengatakan, penggulingan Morsi merupakan pukulan terhadap demokrasi.

Namun para pemimpin di Arab Saudi mengirimkan pesan ucapan selamat kepada Mesir. Qatar mengatakan, negara itu akan terus mendukung keinginan rakyat Mesir.

Uni Emirat Arab (UEA) juga menyuarakan dukungan bagi transisi tersebut. Presiden UEA Sheikh Khalifa bin Zayed al-Nahayan mengucapkan selamat kepada ketua Mahkamah Agung Mesir Adly Mansour, yang telah disumpah sebagai pemimpin sementara Mesir.

Presiden Suriah Bashar al-Assad yang sedang kesulitan menyambut penggulingan Morsi. Dalam sebuah laporan media pemerintah, ia mengatakan bahwa setelah Morsi menjabat sebagai

presiden, rakyat Mesir mengungkap apa yang disebutnya kebohongan-kebohongan yang dibuat gerakan Ikhwanul Muslimin, kelompok yang mendukung presiden terguling itu.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG