Tautan-tautan Akses

AS

Penggagas Hari Ibu Kecewa dengan Komersialisasi Perayaan


Seorang pria membeli bunga untuk merayakan Hari Ibu di distrik Mansudae, Pyongyang. (Foto: Dok)

Seorang pria membeli bunga untuk merayakan Hari Ibu di distrik Mansudae, Pyongyang. (Foto: Dok)

Anna Marie Reeves Jarvis merasa komersialisme telah menghancurkan Hari Ibu dan dia menolak hari itu sebelum kematiannya pada 1948.

Minggu (10/5) adalah Hari Ibu di Amerika Serikat dan banyak negara di seluruh dunia. Ini saatnya untuk merayakan dan menghargai semua yang dilakukan perempuan.

Menurut History Channel, Hari Ibu menjadi hari libur nasional di AS mulai 1914, berkat upaya-upaya dari Anna Marie Reeves Jarvis, yang melihat hari itu sebagai cara untuk menghormati pengorbanan para ibu untuk anak-anaknya.

Anna Marie Reeves Jarvis, menginspirasi penetapan Hari Ibu sebagai hari libur nasional.

Anna Marie Reeves Jarvis, menginspirasi penetapan Hari Ibu sebagai hari libur nasional.

Jarvis awalnya membayangkan Hari Ibu sebagai hari perayaan pribadi antara para ibu dan keluarganya. Namun ketika hari itu menjadi hari libur resmi, tak lama kemudian toko bunga, perusahaan kartu dan pedagang lainnya berlomba-lomba mengkapitalisasi kepopuleran hari tersebut.

Jarvis merasa komersialisme telah menghancurkan Hari Ibu dan dia menolak hari itu sebelum kematiannya pada 1948. Ia bahkan telah melobi pemerintah untuk menghapus hari itu dari kalender Amerika.

Namun Hari Ibu tetap ada, merupakan salah satu hari libur paling populer dan salah satu hari libur terbesar untuk pengeluaran konsumen.

Tidak semua negara merayakan Hari Ibu pada hari Mingu kedua bulan Mei.

Di Thailand, Hari Ibu dirayakan bulan Agustus pada hari ulang tahun Ratu saat ini. Di Ethiopia, para keluarga berkumpul di musim gugur untuk perayaan beberapa hari dengan musik dan makanan untuk menghormati ibu. Di Indonesia, Hari Ibu dirayakan setiap 22 Desember.

XS
SM
MD
LG