Tautan-tautan Akses

Pengetahuan Masyarakat Indonesia Tentang HIV/AIDS Masih Rendah

  • Kate Lamb

Para aktivis Indonesia mengenakan pakaian seperti kain kafan, melambangkan korban tewas akibat AIDS, dalam peringatan hari AIDS sedunia di Jakarta tahun silam (foto: dok).

Para aktivis Indonesia mengenakan pakaian seperti kain kafan, melambangkan korban tewas akibat AIDS, dalam peringatan hari AIDS sedunia di Jakarta tahun silam (foto: dok).

Meskipun anak muda Indonesia akrab dengan mode, film dan barang elektronik terbaru, tetapi mereka tidak begitu memahami pengetahuan dasar tentang tubuh mereka.

Indonesia adalah salah satu negara dengan angka penularan HIV/AIDS tertinggi di Asia, tetapi sebagian besar anak muda di Indonesia tidak mengetahui sebabnya.

Data dari kementrian kesehatan Indonesia menunjukkan 75 persen warga Indonesia yang berusia antara 15 hingga 49 tahun percaya HIV ditularkan oleh nyamuk. Seperti kebanyakan rekan-rekannya, Ariyanti Tarman yang berusia 26 tahun mengatakan ia tidak memiliki pendidikan seks formal apapun ketika bersekolah.

Ia mengatakan, “Yang paling mendekati adalah pelajaran biologi mengenai reproduksi dan itu saja. Jadi saya mendapat informasi mengenai seks dan isu-isu seputar seks seperti HIV/AIDS dan penyakit seksual menular dari surat-suratkabar, majalah, internet dan juga dari film-film.”

Negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia itu umumnya konservatif dan bagi banyak orang membicarakan seks adalah tabu dan pendekatan yang lebih liberal terhadap seks bertentangan dengan sikap-sikap tradisional.

Survei global baru-baru ini mendapati hampir 40 persen remaja Indonesia melakukan hubungan seks dan hampir separuhnya tidak memakai alat kontrasepsi ketika berhubungan seks dengan pasangan-pasangan mereka yang baru.

Pemerintah tampaknya enggan menerapkan pendidikan seks ke dalam kurikulum nasional, Zoya Amirin, seorang psikolog seks terkemuka berusaha menangani masalah itu.

Baru-baru ini Amirin meluncurkan podcast video mengenai isu-isu terkait kesehatan seksual dan berharap itu akan membantu mengatasi kesenjangan pengetahuan tentang seks.

“Kebanyakan riset menunjukkan sebagian besar orang belajar dari film porno, bertanya dari teman dan mereka percaya dongeng-dongeng. Itu adalah sesuatu yang berbahaya. Contohnya, mereka percaya membasuh alat kelamin setelah berhubungan seks, khususnya dengan alkohol bisa mencegah terinfeksi penyakit seksual menular, " ujar Zoya.

Kurangnya informasi dasar mengenai kesehatan seksual dan semakin berkembangnya cerita-cerita burung sejalan dengan semakin menyebarnya HIV/AIDS di seluruh Indonesia.

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional melaporkan tingkat infeksi HIV meningkat di beberapa propinsi termasuk Bengkulu, Papua, Maluku, Aceh dan Banten.

Angka-angka resmi menunjukkan 70.000 warga Indonesia positif terinfeksi HIV tetapi diperkirakan angka sebenarnya bisa mencapai 300.000 orang.

XS
SM
MD
LG