Tautan-tautan Akses

Pengawas HAM Suriah: Militer Kuasai Kawasan Kota Tua di Aleppo


Suasana kota Aleppo pasca serangan udara pasukan pemerintah Suriah, 5 Desember 2016 (Foto: (AP Photo/Hassan Ammar)

Suasana kota Aleppo pasca serangan udara pasukan pemerintah Suriah, 5 Desember 2016 (Foto: (AP Photo/Hassan Ammar)

Beberapa bagian Kota Tua yang bersejarah telah dinyatakan sebagai situs Warisan UNESCO sejak 30 tahun lalu. Kota Tua kini hancur dan banyak bagiannya sulit dikenali.

Kelompok Pengamat HAM Suriah, atau Syrian Observatory for Human Rights, mengatakan, militer Suriah yang didukung Rusia telah menguasai semua kawasan Kota Tua di Aleppo.

Kelompok yang mengawasi dan melaporkan perang saudara di Suriah itu mengatakan, pasukan Suriah berhasil menguasai distrik Bab al-Hadid dan distrik Aghior Rabu pagi, setelah pasukan pemberontak mundur dari posisi terakhir mereka di kawasan timur yang hancur di kota itu.

Pada hari Selasa, kelompok itu mengatakan, pasukan pemerintah telah menguasai beberapa kawasan permukiman di Kota Tua, termasuk al-Shaar, pusat komando pasukan oposisi dan masyarakat sipil.

Jatuhnya kawasan Kota Tua itu merupakan puncak pencapaian serangan besar yang dilancarkan militer akhir bulan lalu untuk mengusir para pemberontak dari Aleppo timur, dan menandai kemenangan besar pemerintah Presiden Bashar al-Assad dalam konfik yang kini telah berlangsung lima tahun.

Militer mengatakan, mereka kini mengontrol sedikitnya 75 persen kawasan Aleppo timur, yang dulunya dihuni sedikitnya 250.000 warga sipil.

Beberapa bagian Kota Tua yang bersejarah telah dinyatakan sebagai situs Warisan UNESCO sejak 30 tahun lalu. Kota Tua kini hancur dan banyak bagiannya sulit dikenali.

Sementara pertempuran berlangsung, Selasa, ada laporan yang bertentangan mengenai usaha Rusia dan AS untuk merundingkan penyelesaian yang akan menghindari pertumpahan darah lebih lanjut

Menlu AS,yang berada di Brussels untuk melangsungkan pertemuan dengan para menteri luar negeri NATO, mengatakan, ia berharap bertemu dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov pekan ini untuk melangsungkan pembicaraan yang mengusahakan agar para pemberontak bisa keluar dari kawasan timur Aleppo. Namun, Selasa malam, Reuters, mengutip sebuah sumber yang mengerti situasi tersebut mengatakan, tidak akan ada pembicaraan seperti itu berlangsung pekan ini. [ab/as]

XS
SM
MD
LG