Tautan-tautan Akses

Pengamat: Perlambatan Ekonomi Indonesia Sangat Mengkhawatirkan

  • Iris Gera

Penjual beras di Tana Toraja.

Penjual beras di Tana Toraja.

Fluktuasi harga komoditas pangan terutama beras harus terkendali. Jika kebutuhan pokok sulit terjangkau masyarakat karena harga melonjak akan berdampak negatif pada kondisi sosial dan politik.

Pengamat ekonomi Monica Wihardja dari Universitas Indonesia mengatakan perlambatan ekonomi Indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan dan pemerintah harus berhati-hati terhadapnya.

Fluktuasi harga komoditas pangan terutama beras harus terkendali, ujarnya, dan ia mengingatkan jika kebutuhan pokok sulit terjangkau masyarakat karena harga melonjak akan berdampak negatif pada kondisi sosial dan politik.

“Harga beras kita itu hampir dua kali harga internasional, dan bisa dibilang beras itu bukan hanya komoditas biasa ini komoditas sosial dan politik. Yang saya agak takut itu adalah mungkin kalau ekonomi melemah itu masih oke, tetapi ekonomi melemah dicampur dengan politik yang masih gonjang-ganjing itu bahaya. Pemerintah harus segera melakukan konsolidasi. Ini masa dimana kita harus serius," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (9/5).

Sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin, mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2015 sebesar 4,7 persen, melambat dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2014 sebesar 5,1 persen.

“Mengapa pertumbuhan melambat? Dari sisi produksi, yang pertama produksi pangan menurun akibat mundurnya periode tanam, produksi minyak mentah dan batubara turun sehingga industri kilang minyak juga negatif. Kemudian distribusi perdagangan melambat karena menurunnya pasokan barang impor, kinerja konstruksi melambat terkait dengan terlambatnya realisasi belanja infrastruktur," ujarnya.

BPS juga mencatat akibat pertumbuhan ekonomi melambat, tingkat pengangguran juga meningkat yaitu dari 7,15 juta orang menganggur pada Februari 2014 menjadi 7,45 juta orang menganggur pada Februari 2015.

Staf khusus Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Arif Budimanta mengatakan pemerintah serius mengatasi perlambatan pertumbuhan ekonomi, salah satunya dengan berupaya menekan inflasi dan menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.

“Terkait target pertumbuhan, target ada dua hal yang sekarang lagi dilakukan proses penyempurnaan terhadap target inflasi karena pertumbuhan bagus harus dikuti dengan menyerap lapangan pekerjaan yang banyak, kemudian inflasinya terkendali dan berada pada level yang rendah, terutama pada stabilitas bahan makanan," ujarnya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG